Pelaku Penyerang Polsek Memiliki id Card ISIS

  • Whatsapp
Barang bukti yang berhasil diamankan Polisi dari tangan pelaku penyerangan Mapolsek Daha Selatan, HSS (ist)

BANJARMASIN, Kalselpos.com – Pelaku penyerang Polsek Daha Selatan diduga kuat memiliki kaitan kuat dengan keberadaan kelompok teroris ISIS. Pasalnya saat kejadian, petugas kepolisian berhasil mengamankan pelaku bersama barang bukti berupa kain yang mirip dengan bendera milik kelompok bersenjata yang mengatasnamakan agama untuk tindakan kekerasannya itu di dalam tas pinggang pelaku.

Kabid Humas Polda Kalsel, Kombes Pol Moch Rifa’i mengatakan, selain bendera yang mirip dengan logo ISIS, petugas juga mengamankan barang bukti berupa satu bilah samurai atau katana, sejumlah uang, Al-Quran berukuran kecil dan id card atau kartu identitas keanggotaan ISIS dari tangan pelaku dengan isinial AR tersebut.

Bacaan Lainnya

Sehingga, petugas menduga kuat pemuda berusia 20 tahun yang telah membuat satu anggota polisi tewas tersebut, merupakan salah satu anggota ISIS yang sedang melakukan jihadnya di wilayah Hulu Sungai Selatan (HSS).

“Saat ini kita masih mendalami kasus ini, namun belum mengetahui apa motif dari pelaku melakukan penyerangan tersebut,” ungkapnya saat ditemui di Mapolda Kalsel, Senin (01/06/2020) sore.

 

Baca Berita Hari Ini, Berita Terbaru Terkini | kalselpos.com | Media Terpercaya dan Terverifikasi Dewan Pers

 

Lanjutnya, selain itu pelaku juga membawa surat wasiat atau tulisan pesan untuk khalayak umum, yang berbunyi “Jalan ini hanya untuk Islam, hari aku telah datang dan memerangi kalian (thoghut). Dan pesanku untuk ikhwan di manapun berada, bangun dan sadarlah. Jihad ini tak akan pernah henti, sampai Kiamat sekalipun. Maka bangun dan sadarlah dari tidur yang panjang ini. Bangun Dan Sadarlah”.

Sebelumnya Ia menjelaskan, awal mula kejadian penyerangan tersebut, pelaku datang ke Polsek Daha Selatan dan langsung membakar mobil patroli yang terparkir di depan Mapolsek, kemudian langsung menuju ruang SPKT.

“Dari rekaman cctv di ruang SPKT, pelaku sempat bergumul dengan Brigadir Leonardo, hingga akhirnya korban tewas akibat tebasan samurai atau katana milik pelaku dibagian lehernya. Selain Brigadir Leonardo, sejumlah anggota lainnya juga mengalami luka-luka akibat tebasan katana pelaku” ujarnya.

Menurutnya, setelah dilakukan penyelidikn, ternyata pelaku juga tinggal di wilayah Daha Selatan, satu kampung dengan korban Brigadir Leonardo Latupapua yang tewas akibat sabetan samurai dari pelaku. “Namun mereka tidak saling mengenal,” pungkasnya.

Penulis : Zakiri
Pennggungjawab : SA Lingga

Download aplikasi kalselpos.com versi android  kami di Play Store : Aplikasi Kalselpos.com

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *