7 Bulan tergenang jalan jadi berlumut dan bau, Bangunan diduga jadi biang

Teks foto : Warga Gang Posko BPK, Kelurahan Pemurus Luar, Banjarmasin Timur, melintas digenangan air berlumut.(kalselpos.com)

BANJARMASIN, Kalselpos.com – Derita panjang dialami warga Gang Posko BPK, Kelurahan Pemurus Luar, Banjarmasin Timur, akibat genangan air yang tak kunjung surut selama tujuh bulan terakhir.

 

Bacaan Lainnya

Sejak Agustus 2025, kawasan permukiman ini berubah menjadi “kubangan abadi” yang memicu bau menyengat, jalan licin berlumut, hingga ancaman penyakit bagi warga terutama kalangan lansia.

 

Warga setempat, Hafifah Rosyida, mengungkapkan kondisi tersebut sudah berlangsung sekitar tujuh hingga delapan bulan tanpa solusi nyata.

 

“Kondisi ini sudah dari Agustus 2025, sampai sekarang belum juga surut,” ujar Hafifah, Kamis (23/4/26).

 

Genangan air yang tak mengalir membuat lingkungan semakin memprihatinkan. Jalanan menjadi licin akibat lumut tebal, bahkan telah menyebabkan sejumlah warga terjatuh.

 

“Kami yang muda saja bisa terperosot, apalagi yang lansia. Banyak di sini warga tua dan janda, mereka jadi takut keluar rumah,” jelasnya.

 

Tak hanya itu, bau busuk mulai menyeruak ketika hujan berhenti. Air yang mengendap berhari-hari menimbulkan aroma tak sedap dan memicu penyakit kulit.

 

“Kalau tiga hari nggak hujan, baunya luar biasa. Kutu air juga sudah banyak, sembuh datang lagi,” tambahnya.

 

Berbagai upaya sudah dilakukan warga, mulai dari meminta bantuan pemadam kebakaran hingga layanan penyedotan limbah. Namun hasilnya nihil. Air yang disedot hanya bertahan sekitar 30 menit sebelum kembali meluap.

 

“Sudah disedot berkali-kali, tapi balik lagi. Seperti tidak ada ujungnya,” keluhnya.

 

Upaya lain melalui layanan penyedotan juga sempat dilakukan, namun terhambat karena banyaknya material seperti batu dan sampah di dalam saluran. Bahkan peralatan petugas nyaris rusak saat mencoba mengatasi masalah tersebut.

 

Setelah dilakukan pengecekan oleh Dinas PUPR, ditemukan fakta mencengangkan, kawasan tersebut ternyata minim bahkan nyaris tidak memiliki sistem drainase yang memadai. Saluran pembuangan yang ada pun berukuran kecil dan diduga tersumbat.

 

Ironisnya, hingga kini belum ada tindak lanjut konkret dari pihak terkait. Meski sempat dilakukan pembersihan saluran, kondisi genangan tak juga berubah.

 

Warga pun menduga adanya pembangunan gedung di sekitar lokasi turut memperparah situasi, menghambat aliran air dan memperburuk genangan.

 

Kini, warga hanya bisa berharap ada langkah cepat dan serius dari pemerintah sebelum kondisi semakin parah dan memakan korban lebih banyak.

 

“Kami sudah capek, tujuh bulan ini bukan waktu sebentar. Kami butuh solusi, bukan janji,” tutupnya.

 

 

Baca berita kalselpos lainnya, silahkan download Aplikasi Kalselpos.com di play store

Pos terkait