BANJARMASIN, Kalselpos.com – Setelah sempat terhenti akibat pandemi COVID-19, Pemerintah Kota Banjarmasin akhirnya bersiap menghidupkan kembali Car Free Day (CFD). Uji coba perdana dijadwalkan berlangsung pada Minggu, 26 April 2026, di kawasan Masjid Raya Sabilal Muhtadin.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Banjarmasin, Slamet Begjo, mengungkapkan bahwa rencana ini sebenarnya bukan hal baru, melainkan program lama yang kini difinalisasi kembali melalui forum resmi.
“Ini sebenarnya sudah lama direncanakan. Kemarin kita bahas di forum lalu lintas untuk pengesahan dan penetapan. Tim juga sudah turun survei ke lapangan,” ujar slamet Begjo, Rabu (22/4/26).
Menurut Slamet, uji coba dilakukan sebagai tahap awal untuk menghitung kebutuhan sarana dan prasarana, termasuk pengaturan lalu lintas, personel, hingga fasilitas pendukung lainnya.
“Rencananya minggu ini uji coba dulu, untuk mengkalkulasi kebutuhan di lapangan. Harapannya, minggu berikutnya sudah bisa resmi dilaunching,” jelasnya.
Terkait konsep, Slamet menegaskan tidak ada perubahan signifikan. Namun, pemerintah sempat mempertimbangkan beberapa alternatif lokasi sebelum akhirnya kembali memilih kawasan Sabilal Muhtadin.
“Ada beberapa opsi lokasi, seperti Jalan Jenderal Sudirman, Lambung Mangkurat, kawasan Menara Pandang Nol Kilometer, dan Sabilal sebagai lokasi lama,”katanya.
Masing-masing ada kelebihan dan kekurangan,” sambungnya.
Dari hasil pertimbangan tersebut, Wali Kota Banjarmasin akhirnya memilih opsi ketiga, yakni kawasan Sabilal Muhtadin yang dinilai paling siap dan familiar bagi masyarakat.
“Pak Wali memilih Sabilal. Jadi kita aktifkan kembali yang dulu, karena sebelumnya memang sudah berjalan, hanya terhenti karena COVID,” tambahnya.
CFD rencananya akan digelar mulai pukul 06.00 hingga 09.00 WITA. Selama waktu tersebut, ruas jalan di kawasan Sabilal akan bebas dari kendaraan bermotor dan dimanfaatkan sebagai ruang publik bagi masyarakat untuk berolahraga maupun beraktivitas santai.
Ke depan, hasil uji coba ini juga akan menjadi bahan evaluasi. Pemerintah akan melihat respons masyarakat sebelum menetapkan lokasi dan konsep CFD secara permanen.
“Kalau memang respons masyarakat bagus di sana, tentu akan kita tetapkan. Intinya kita ingin CFD ini kembali jadi ruang publik yang aman, nyaman, dan diminati warga,” pungkasnya.
Baca berita kalselpos lainnya, silahkan download Aplikasi Kalselpos.com di play store





