‘Ba’ah’ landa Kabupaten HST 

Teks foto []istimewa 'BANYU BA'AH' -  Banjir atau 'banyu ba'ah' kembali melanda sejumlah daerah di Kabupaten HST, Kali Sabtu (27/12/25) lalu.(kalselpos.com)

Barabai, kalselpos.com – Banjir atau ‘banyu ba’ah’ kembali melanda sejumlah daerah di Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Kalimantan Selatan (Kalsel), pada Sabtu (27/12/25) lalu.

 

Bacaan Lainnya

Mantan Kepala Desa (Kades) Aluan Mati Kecamatan Batu Benawa, Abdussahid menginformasikan ba’ah terjadi karena hujan seharian (24 jam) di daerah hulu atau kawasan Pegunungan Meratus.

 

Ia berharap ba’ah kali ini tidak seperti kejadian Januari 2021 yang merupakan bencana banjir terparah, dan November 2022 juga merendam sebagian rumah penduduk.

 

“Memang saat ini kedalaman banyu ba’ah Kali Benawa belum mencapai bibir sungai/tebing. Tapi hujan masih turun,” ujar Sahid.

 

Sungai Benawa berhulu di kawasan Meratus melintasi wilayah Kecamatan Hantakan dan bagian hilir Sungai Barabai mengaliri Ibu Kota Bumi Murakata HST.

Sementara dari Posko Meratus Judri ketika dikonfirmasi memperkirakan ba’ah kali ini masih aman, walau masih gerimis di daerah hulu.

 

“Kalau keadaan hujan seperti saat ini hingga siang masih aman, kecuali cuaca berubah menjadi jelek,” ujar Judri yang juga anggota Tim Reaksi Cepat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (TRC BPBD) HST.

 

Mengenai banjir di Nateh, dia mengatakan, hal itu bukan masuk Kali Benawa, walau sama-sama berada di. Meratus, tapi di wilayah Batang Alai juga HST.

 

“Memang Barabai diapit dua sungai, yaitu Kali Benawa/Sungai Barabai dan Sungai Batang Alai yang bagian hilirnya Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU). Sedangkan hilir Sungai Barabai masuk Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS),” ujar Judri.

 

Pada masa Hindia Belanda, Kota Barabai dijuluki Paris Van Borneo dan Presiden Soekarno memberi julukan Bandung Kalimantan.

 

Baca berita kalselpos lainnya, silahkan download Aplikasi Kalselpos.com di play store

Pos terkait