Banjarbaru, Kalselpos.com – Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Selatan (BBPKS) bakal menerbitkan buku cerita anak dwibahasa dengan memadukan kearifan lokal dan kearifan bahasa daerah – bahasa indonesia.
Hal tersebut disampaikan Kepala Balai Bahasa Kalsel, Armiati Rasyid saat membuka Diseminasi Produk Penerjemahan Cerita Anak Dwibahasa di Hotel Grand Qin Banjarbaru, Selasa (18/11/2025) siang.
Total, ada 63 cerita pendek bakal diproduksi dalam buku cerita anak dengan menggunakan dua
bahasa daerah, yakni bahasa daerah Bakumpai dan terjemahan bahasa Indonesia, bahaya Dayak Deah dan terjemahan bahasa indonesia.
“Buku cerita anak dengan mengangkat tema kearifan lokal juga dipadukan dengan unsur STEAM (Science, Technology, Engineering, Art, and Mathematics),” ucapnya.
Lanjut, Armiati menjelaskan, cerita anak bahasa daerah yang diterjemahkan ke Bahasa Indonesia tersebut telah melalui proses panjang.
Mulai dari pencarian naskah dengan membuka kesempatan kepada para penulis cerita anak di Kalsel, hingga pelatihan dengan mendatangkan instruktur yang berkompeten di bidangnya, proses penulisan, pembuatan ilustrasi.
“Hingga terpilih sebanyak 63 produk untuk buku cerita anak dwibahasa. Rata- rata penulis siswa dan mahasiswa, sebagian juga warga lokal disana,” katanya.
Dikatakannya, penyusunan buku cerita anak daerah tersebut bertujuan sebagai upaya pelestarian bahasa daerah dan perlindungan bahasa daerah.
Ia juga menekankan pentingnya menghadirkan buku cerita anak yang tidak hanya menarik secara visual dan bahasa, tetapi juga mendidik serta relevan dengan nilai-nilai lokal dengan tema sains, teknologi, teknik, seni, dan matematika sebagai pendukung penguatan literasi dan revitalisasi bahasa daerah.
“Secara umum program ini bertujuan untuk meningkatkan budaya literasi dan minat baca anak-anak di Kalsel,” katanya.
Buku-buku cerita anak ini nantinya dapat diakses secara luas di Kalsel.
“Sementara masih ada tahapan proses sebelum penerbitan buku cerita anak dwibahasa, pengajuan ISBN,” katanya.
Sebelumnya, BPPKS juga telah menerbitkan buku tentang cerita anak budaya pada tahun 2023.
“Cerpen bahasa banjar dan sudah tersebar di 124 sekolah di Kalsel,” pungkas Armiati.
Baca berita kalselpos lainnya, silahkan download Aplikasi Kalselpos.com di play store





