Bunda PAUD Tapin Ajak Siswa MIN 6 Lawan Perundungan dan Cegah Perkawinan Anak

Teks foto Bunda Paud Kabupaten Tapin Hj Faridah Yamani didaulat menjadi pembina upacara pada safari pendidikan cegah perundungan dan perwakilan anak.(ist)(kalselpos.com)

Rantau, kalselpos.com — Dalam suasana memperingati Hari Pahlawan 2025, Ketua TP PKK Tapin sekaligus Bunda PAUD Tapin, Hj. Faridah Yamani, hadir di MIN 6 Tapin melalui program Safari Pendidikan dalam rangka kampanye pencegahan perkawinan anak dan penurunan angka stunting di Kabupaten Tapin sekaligus sebagai sarana untuk menanamkan nilai kepedulian dan karakter terhadap siswa. Senin (10/11/2025)

 

Bacaan Lainnya

Di hadapan ratusan siswa, Hj. Faridah berbicara dengan hangat namun tegas tentang pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan bebas dari kekerasan. Ia menekankan agar para siswa saling menghormati dan tidak melakukan perundungan, baik secara fisik maupun verbal.

 

“Sekolah harus menjadi tempat yang aman, nyaman, dan menyenangkan untuk semua anak. Jangan ada yang merasa takut atau dikucilkan karena diejek atau disakiti. Kalau ada teman yang dirundung, beranilah melapor kepada guru,” ujar Hj. Faridah.

 

Ia menegaskan, tindakan kecil seperti menebar senyum, mengajak bicara teman yang pendiam, atau tidak mengejek bisa menciptakan suasana belajar yang lebih ramah dan penuh kasih.

 

“Jadilah teman yang baik, yang peduli dan mendukung. Dari hal-hal kecil seperti itu, kita bisa membuat sekolah menjadi tempat yang lebih bahagia,” katanya.

 

Selain soal perundungan, Safari Pendidikan kali ini juga menjadi wadah edukasi mengenai bahaya perkawinan anak. Hj. Faridah menyebut, pendidikan merupakan benteng pertama untuk mencegah anak menikah di usia dini dan memutus rantai stunting.

 

“Anak-anak harus tumbuh sehat, cerdas, dan berkarakter. Mereka adalah generasi penerus bangsa yang akan menentukan masa depan Tapin,” ujarnya.

 

Safari Pendidikan di MIN 6 Tapin itu turut dihadiri Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Tapin Hj Marsidah, Perwakilan. Kepala Kantor Kementerian Agama Tapin, serta para guru dan staf sekolah.

 

Acara berlangsung penuh semangat, ditutup dengan penyerahan buku edukasi pencegahan perkawinan anak kepada pihak sekolah.

 

 

 

Pos terkait