Pelaku pembunuhan Tiga orang Pemuda ditangkap selang Lima jam usai Kejadian

Teks Foto: Kompol Eru Alsepa(kalselpos.com)

Banjarmasin, kalselpos.com – Jelang HUT Bhayangkara ke 79. Banjarmasin digemparkan tewasnya tiga orang pemuda di kawasan Sungai Andai, Kecamatan Banjarmasin Utara, pada Minggu (29/6/2025) kemarin.

Kasat Reskrim Polresta Banjarmasin yang baru saja naik pangkat, Kompol Eru Alsepa mengatakan, insiden yang terjadi sekitar pukul 02.00 Wita itu menewaskan tiga orang pria Muhammad Fadil (18), Muhammad Rizaldi (22), dan Muhammad Reno (17).

Bacaan Lainnya

“Dua korban tewas di tempat kejadian, sementara satu lainnya menghembuskan napas terakhir saat dilarikan ke rumah sakit,” ujar polisi yang baru saja mendapatkan melati satu emas dipundak itu, Senin (30/6/2025).

Setelah kejadian itu, Kapolresta Banjarmasin Kombes Pol Cuncun Kurniadi memberikan perhatian serius terhadap kejadian ini. Dirinya langsung memerintahkan Satreskrim untuk membentuk tim khusus guna mengusut tuntas kasus tersebut.

Eru juga mengungkapkan, pihaknya berhasil menangkap pelaku berinisial SL, hanya dalam waktu kurang dari lima jam usai kejadian.

“Pelaku kita amankan di rumahnya di kawasan Sakura Mahatama. Penangkapan dilakukan setelah kami mendatangi rumah sakit, menggelar olah TKP, serta mengumpulkan keterangan dari para saksi,” jelasnya.

Berdasarkan hasil penyelidikan, perkelahian berujung maut itu diduga dipicu oleh cekcok antara pelaku dan korban setelah mereka bersenggolan di jalan.

“Saat itu SL sebelumnya telah mengkonsumsi minuman keras bersama rekannya. Diduga karena pengaruh miras, pelaku terpancing emosi. Kebetulan baik pelaku maupun korban sama-sama membawa senjata tajam, sehingga perkelahian pun terjadi,” tutur Kompol Eru.

Pelaku disebut membawa pisau besar, sedangkan korban membawa celurit. Dalam perkelahian tersebut, pelaku sempat merampas senjata milik korban dan membacok ketiganya hingga tewas.

“SL berhasil melumpuhkan korban. Bahkan senjata korban sempat dirampas dan digunakan pelaku untuk menyerang balik secara brutal,” kata Eru.

Dijelaskan Eru, korban dan pelaku tidak saling kenal secara langsung. Tapi ada teman korban yang mengenal pelaku. Sebelum kejadian, sempat terjadi cekcok antara mereka di depan sebuah SMP di kawasan tersebut.

Satreskrim Polresta Banjarmasin masih mendalami lebih lanjut motif dan kronologi lengkap kejadian ini. Dugaan awal menyebut, para korban datang ke lokasi kejadian secara terpisah, karena ada yang dibonceng oleh temannya.

Pihak kepolisian juga telah mengamankan barang bukti berupa senjata tajam milik pelaku dan korban.

Baca berita kalselpos lainnya, silahkan download Aplikasi Kalselpos.com di play store

Pos terkait