Belum tuntas Kasus dugaan Terputusnya Kepala Bayi saat persalinan, RSUD Ulin kembali hadapi ‘Gugatan’ Mal Praktik di PN Banjarmasin

Teks foto []s.a lingga PERLIHATKAN BUKTI - Tim kuasa hukum saat menunjukan bukti foto keadaan pasien (Almh Sri Herawati Saragih) yang masih sehat sebelum dilakukan tindakan operasi hingga ada dugaan Perbuatan Melawan Hukum (PMH) yang dilakukan tim medis RSUD Ulin Banjarmasin.(kalselpos.com)

Banjarmasin,kalselpos.com – Belum tuntas kasus dugaan terputusnya kepala bayi saat persalinan, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ulin Banjarmasin, kembali menghadapi dugaan Mal Praktik yang menyebabkan seorang pasien bernama Sri Herawati Saragih, meninggal dunia 20 Maret 2024 lalu.

Lewat tim kuasa hukumnya Dr Dra Risma Sitamorang SH MH, dugaan Perbuatan Melawan Hukum (PMH) yang diduga dilakukan tim medis RSUD Ulin tersebut, langsung dilayangkan ke Pengadilan Negeri (PN) Banjarmasin, Senin (8/7/24) sore.

Bacaan Lainnya

Dalam konferensi pers di PN Banjarmasin, tim kuasa hukum menyebutkan, dugaan PMH tersebut dilayangkan akibat kesalahan dan kelalaian tenaga medis serta tenaga kesehatan, termasuk dugaan Mal Praktik terkait tindakan Biopsi Miom (tumor) yang terjadi, pada 18 Maret 2024, hingga menyebabkan pasien atas nama Sri Herawati Saragih meninggal dunia pada 20 Maret 2024.

Disebutkan juga jika Almh Sri Herawati Saragih adalah pasien dari dr Setyo Teguh Waluyo Sp.Og (K) Ankologi atau dokter Obgyn atau kandungan.

Setelah diperiksa oleh dr Teguh, kondisi kesehatan Almh Sri Herawati Saragih ditemukan ada Miom di rahim, sehingga oleh dokter disarankan tindakan Biopsi (pengambilan jaringan tubuh untuk memeriksa tumur di rahim, guna memastikan ganas atau tidaknya Miom tersebut).

Singkat cerita pada tanggal 18 Maret 2024, dilakukan lah tindakan Biopsi pada pukul 11.00 Wita.

Setelah pasien dan keluarga pasien kembali ke ruang perawatan dari kamar operasi RSUD Ulin, korban Almh Sri Herawati Saragih terus merasakan kesakitan di area vagina.

Pasien juga sempat berbicara ngamur usai diberikan obat morfin atau Marfin oral sustained release oleh pihak RSUD, lantaran sebelumnya terus kesakitan.

Selanjutnya, pasien dinyatakan meninggal dunia pada 20 Maret 2024 pukul 04.15 Wita.

Baca berita kalselpos lainnya, silahkan download Aplikasi Kalselpos.com di play store

Pos terkait