Tipu pengusaha Batubara Rp1,3 M, Jenderal Gadungan diganjar Hukuman 22 bulan Penjara

Teks foto []istimewa DIHUKUM 22 BULAN PENJARA - Terdakwa Raden Mas Juniardi (45) yang mengaku seorang Jenderal Berbintang Dua saat diganjar hukuman 22 bulan penjara oleh majelis hakim.Pengadilan Negeri Banjarmasin, Selasa ( 25/6/2024 ) kemarin.(kalselpos.com)

Banjarmasin, kalselpos.com – Dinilai tterbukti bersalah melawan hukum, dengan menipu korbannya sebesar Rp1,3 miliar, terdakwa Raden Mas Juniardi (45) yang mengaku seorang Jenderal Berbintang Dua diganjar hukuman 1 tahun dan 10 bulan atau 22 bulan penjara oleh majelis hakim.Pengadilan Negeri (PN) Banjarmasin, Selasa ( 25/6/2024 ) lalu

Sidang sendiri diketuai majelis hakim Jamser Simanjuntak SH MH di dampingi anggotanya Febrian Ali SH.MH dan Irfanul Hakim SH MH, dengan dihadiri Jaksa Penuntut Umum (JPU) Zulkhaidir SH dari Kejati Kalimantan Selatan.

Bacaan Lainnya

Adapun perbuatan terdakwa Raden Mas tersebut dianggap telah terbukti dalam persidangan bersalah sebagaimana telah diatur dan diancam pidana melanggar Pasal 378 KUHP tentang Penipuan.

Apa yang divonis terhadap terdakwa sama dengan tuntutan JPU, yaitu 1 tahun 10 bulan.

Setelah mendengarkan putusan yang dibacakan di hadapan persidangan, kedua belah pihak baik JPU maupun terdakwa Raden Mas sama-sama menerima.

Untuk diketahui sebelum terjadinya permasalahan hukum antara korban dan terdakwa.

Pada awalnya saksi korban bernama HM Zain, seorang pengusaha batubara di Banjarmasin, mendapat informasi dari saksi Ir Witono, jika ada orang yang dapat membantu menguruskan terkait dengan tujuh Izin Usaha Pertambangan (IUP) miliknya yang berlokasi di Kalimantan Tengah yang sebelumnya telah dicabut.

Saat berkenalan terdakwa Raden Mas mengaku polisi berbintang dua dan tugas di Badan Intelijen Strategi (BAIS) yang memiliki koneksi dan akses di Kementerian ESDM RI sekaligus bisa menguruskan perizinan IUP OPK (Izin Usaha Pertambangan Operasi Khusus) serta pem-blokingan area kordinat IUP.

Setelah beberapa kali pertemuan di antaranya sekitar bulan Desember 2023 di Hotel Mercure Jalan Simatupang Jakarta, turut hadir saksi Ir Witono.

Lantaran sudah percaya terjadilah beberapa transaksi antara kedua belah pihak. Namun setelah dana korban diserahkan ke terdakwa sekitar Rp1,3 miliar, apa yang harapkan dari terdakwa tidak juga terpenuhi.

Merasa curiga dan korban melakukan cek dan ricek terkait identitas terdakwa, ternyata bukan seorang polisi yang berpangkat jenderal bintang du, kecuali hanya seorang jenderal gadungan.

Baca berita kalselpos lainnya, silahkan download Aplikasi Kalselpos.com di play store

Pos terkait