Anak Sopir Truk Kotabaru lolos jadi Paskibraka Nasional

Teks : Della Selvafia Azahra(kalselpos.com)

Kotabaru, kalselpos.com – Salah satu siswi SMAN 1 Kecamatan Pulau Sebuku, Kabupaten Kotabaru, Della Selvafia Azahra, berhasil lolos menjadi calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Nasional.

 

Bacaan Lainnya

Putri dari pasangan Bahrul Maji yang berprofesi sebagai sopir truk dan Lamsiah sebagai ibu rumah tangga tersebut, nantinya bergabung bersama tim Paskibraka se-Indonesia pada pengibaran bendara pusaka Merah Putih pada HUT RI ke-79, tanggal 17 Agustus 2024 mendatang di Ibu Kota Nusantara (IKN), Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur.

 

Ini merupakan sejarah kedua setelah selama 12 tahun Kabupaten Kotabaru mengikuti seleksi Paskibraka ditingkat Nasional.

 

Sebelum dinyatakan lolos menjadi anggota pasukan Paskibraka, Della Selvafia Azahra telah melalui sejumlah proses tahapan seleksi dan latihan yang diberikan Kesbangpol Kotabaru. Salah satunya seleksi di tingkat Kabupaten dan Provinsi hingga dirinya dinyatakan terpilih mewakili Kabupaten Kotabaru Provinsi Kalimantan Selatan.

 

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kotabaru Hj. Melinda Ratna Agustina, Jumat (21/6/2024) kemarin mengatakan, ini merupakan suatu prestasi yang ditunggu Kabupaten Kotabaru.

 

“Alhamdulillah, akhirnya dari Kabupaten Kotabaru setelah sekian lama selama 12 tahun menanti, ada yang lolos dimana pelajar ini adalah siswi SMA Negeri 1 Kecamatan Pulau Sebuku yang memiliki prestasi luar biasa,” ungkap Hj Melinda.

 

“Dan ini tak lepas dari dukungan Pemerintah Kabupaten Kotabaru khususnya Bapak Bupati dan Wakil Bupati Kotabaru, Bapak Sekretaris Daerah Kotabaru, serta semua jajaran SKPD yang terlibat dalam proses awal sampai sekarang lolos ketingkat Nasional,” sambungnya.

 

Selain itu, Bakesbangpol juga terus mengawal seleksi baik ditingkat Kecamatan maupun Kabupaten dengan ketat melalui persyaratan kriteria setingkat Paskibraka Nasional.

 

“Badan Kesbangpol juga selalu mengawal penyelenggaraan proses seleksi calon Paskibraka secara transparan dan memasang kriteria persyaratan dengan ketat,” tuturnya.

 

Pihaknya meminta kepada seluruh SLTA sederajat dengan menggandeng Dinas Pendidikan agar setiap sekolah pada saat melakukan proses penjaringan ekstra kurikuler Paskibraka di sekolahnya telah memasang kriteria yang sama.

 

Hal ini juga merupakan salah satu upaya membantu pengentasan program Stunting yang saat ini dilakukan, fungsi tersebut mulai dilekatkan kepada unsur Paskibraka se-Indonesia oleh Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP Pusat).

 

Baca berita kalselpos lainnya, silahkan download Aplikasi Kalselpos.com di play store

Pos terkait