Angka Harapan Hidup di Kotim 69,85 Tahun

Teks foto: Bupati Kotim Halikinnor didampingi Ketua TP PKK Khairiah Halikinnor saat memperingati Hari Lansia Nasional ke-28 di aula rumah jabatan bupati, Jumat (21/6/2024). (Foto: Istimewa/Diskominfo Kotim)(kalselpos.com)

Sampit, kalselpos.com – Kualitas kesehatan masyarakat di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) terus meningkat. Salah satunya tergambar dari angka harapan hidup di daerah ini yang mencapai 69,85 tahun.

 

Bacaan Lainnya

Hal itu disampaikan Bupati Kotim Halikinnor saat peringatan Hari Lanjut Usia (Lansia) Nasional ke-28. Acara yang digelar di aula rumah jabatan bupati tersebut dihadiri lebih dari 200 warga Lansia.

 

“Di Kabupaten Kotawaringin Timur, angka harapan hidup berdasarkan data BPS tahun 2021 adalah 69,85 tahun. Jika di antara bapak dan ibu yang hadir hari ini berusia di atas 70 tahun, kita harus lebih bersyukur karena artinya bapak ibu termasuk lanjut usia sehat,” kata Halikinnor didampingi Ketua Tim Penggerak PKK Kotim Khairiah Halikinnor, Jumat (21/6/2024).

 

Peringatan Hari Lansia merupakan momen penting untuk mengapresiasi peran dan semangat para lanjut usia di Indonesia, yang telah memberikan kontribusi besar dalam pembangunan negara.

Peringatan Hari Lansia ini tidak hanya menyoroti peran penting para lansia, tetapi juga menekankan pentingnya perhatian dan dukungan dari seluruh lapisan masyarakat.

 

Patut disyukuri atas diterbitkannya Peraturan Presiden Nomor 88 tahun 2021 tentang strategi nasional kelanjutusiaan, yang memandatkan kementerian dan lembaga untuk mewujudkan Lansia sejahtera, mandiri, dan bermartabat.

Data Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) pada Agustus 2023 menunjukkan bahwa 11,75 persen penduduk Indonesia adalah Lansia. Angka ini meningkat dari 10,48 persen pada tahun 2022, menempatkan Indonesia sebagai negara dengan jumlah penduduk Lansia terbesar ke-8 di dunia.

 

“Peningkatan ini mencerminkan kualitas hidup yang semakin baik di Indonesia, dan patut kita syukuri karena kita bisa berkumpul lebih lama dengan orang tua kita,” ujar Halikinnor.

Sesuai dengan tema hari Lansia tahun 2023, “Lansia terawat, Indonesia bermartabat”, keluarga sebagai unit terkecil di masyarakat perlu terus mengusahakan agar para Lansia terawat dengan baik.

 

Penting untuk memberikan kesibukan yang menunjang aktivitas motorik, dan melibatkan mereka dalam kegiatan sosial dan keagamaan. Lingkungan keluarga harus menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi lansia untuk mendapatkan kebahagiaan, karena Lansia lebih bahagia bersama keluarga.

Disadari bahwa Lansia mengalami permasalahan seperti menurunnya kesehatan dan fungsi motorik, serta hambatan komunikasi. Namun, Lansia masih memiliki kemampuan untuk memberikan pemikiran konstruktif dalam pembangunan.

 

“Oleh karena itu, kita harus memberikan dukungan agar mereka tetap aktif dan terlibat,” harapnya.

Halikinnor menambahkan, saat ini semua kecamatan di Kabupaten Kotim sudah memiliki Posyandu Lansia, begitu juga sebagian besar kelurahan dan desa. Posyandu Lansia berperan penting dalam menjaga kualitas hidup Lansia di masyarakat.

 

Posyandu menyediakan layanan kesehatan seperti pemeriksaan fisik, penyuluhan kesehatan, kegiatan olahraga, dan kegiatan non-fisik yang meningkatkan interaksi sosial. Dengan demikian, Posyandu tidak hanya menjadi tempat pelayanan kesehatan, tetapi juga ajang silaturahmi bagi Lansia.

“Tantangan dalam mengajak lanjut usia ke Posyandu masih ada, baik karena keterbatasan pengetahuan maupun informasi. Menjadi tanggung jawab kita semua untuk mendorong lanjut usia memeriksakan kesehatan secara berkala, setiap satu bulan sekali, agar mereka dapat hidup lebih baik,” pungkas Halikinnor.

 

Baca berita kalselpos lainnya, silahkan download Aplikasi Kalselpos.com di play store

 

 

 

 

 

 

 

Pos terkait