Pemkab Kotim Ingatkan Pelaku Usaha Wajib Sampaikan Laporan Kegiatan

Teks foto: Bupati Kotim Halikinnor bersama peserta sosialisasi berfoto bersama usai pembukaan, Kamis (20/6/20). (Foto: Kalselpos)(kalselpos.com)

Sampit, kalselpos.com – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Pemkab Kotim) mengingatkan seluruh pelaku usaha yang terdaftar, wajib untuk menyampaikan laporan kegiatan usaha sesuai aturan. Tujuannya agar pelaku usaha bisa tetap menjalankan usahanya dengan baik dan terhindar dari sanksi.

 

Bacaan Lainnya

Harapan itu disampaikan Bupati Halikinnor saat membuka sosialisasi cara penyampaian Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) dan pembinaan bagi pelaku usaha di bidang pengadaan barang/jasa pemerintah

di Kabupaten Kotim

tahun anggaran 2024.

 

“Suka tidak suka, pelaku usaha harus mengikuti aturan. Jangan sampai pelaku usaha terkena sanksi, apalagi sampai dicabut izin usahanya akibat ketidaktahuan,” kata Halikinnor, Kamis (20/6/2024).

Dia menilai sangat penting bagi pelaku usaha mengikuti sosialisasi acara penyampaian laporan kegiatan penanaman modal dan pembinaan bagi pelaku usaha di bidang pengadaan barang/jasa pemerintah tersebut.

Kegiatan sosialisasi ini memiliki peran yang sangat penting dalam rangka meningkatkan kualitas dan transparansi pelaporan investasi di daerah ini.

 

Laporan kegiatan penanaman modal adalah instrumen yang vital dalam memantau realisasi investasi dan perkembangan proyek-proyek yang ada di Kabupaten Kotim.

 

Dengan adanya laporan ini, pemerintah dapat memperoleh data yang akurat dan komprehensif untuk mengevaluasi dan merumuskan kebijakan yang lebih efektif dalam menarik investasi dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Selain itu, kewajiban penyampaian LKPM juga merupakan bentuk tanggung jawab pelaku usaha dalam mendukung upaya pemerintah menciptakan iklim investasi yang transparan dan akuntabel.

 

“Saya mengajak seluruh pelaku usaha untuk mematuhi kewajiban ini dan menyampaikan laporan tepat waktu, sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Pembinaan bagi pelaku usaha di bidang pengadaan barang dan jasa pemerintah juga tidak kalah pentingnya,” ujar Halikinnor.

 

Pengadaan barang dan jasa yang efisien, transparan, dan akuntabel adalah kunci dari terciptanya tata kelola pemerintahan yang baik.

 

Melalui kegiatan pembinaan ini, pemerintah berharap para pelaku usaha dapat lebih memahami regulasi dan prosedur yang berlaku, sehingga dapat berpartisipasi secara aktif dan profesional dalam setiap proses pengadaan barang dan jasa yang diselenggarakan oleh pemerintah.

Sinergi antara pemerintah daerah, pelaku usaha, dan seluruh pemangku kepentingan sangat diperlukan untuk mencapai tujuan bersama untuk menciptakan iklim usaha yang sehat, saling mendukung, dan berkomitmen terhadap prinsip-prinsip tata kelola yang baik.

Di era digital seperti sekarang ini, pemanfaatan teknologi informasi menjadi hal penting. Pemerintah mengajak para pelaku usaha untuk terus berinovasi dan memanfaatkan teknologi dalam setiap aspek kegiatan usahanya, termasuk dalam proses pelaporan dan pengadaan barang dan jasa sehingga dapat meminimalkan potensi penyimpangan dan mempercepat proses administrasi.

 

“Saya berharap kegiatan ini memberikan manfaat dan mewujudkan Kabupaten Kawaringin Timur yang lebih maju, sejahtera, dan berdaya saing,” pungkas Halikinnor.

 

 

Baca berita kalselpos lainnya, silahkan download Aplikasi Kalselpos.com di play store

 

 

 

 

 

Pos terkait