Tujuh Pelaku Perdagangan Orang diringkus

Teks foto []istimewa PARA PELAKU - Para tersangka perdagangan orang saat dikawal petugas kepolisian Polres Balangan.(kalselpos.com)

Paringin, kalselpos.com – Polres Balangan menggelar pengungkapan kasus tindak pidana perdagangan orang, Rabu (19/6/2024) siang, di Paringin.

 

Bacaan Lainnya

Terdapat tujuh tersangka yang berhasil diamankan jajaran Polres Balangan, terdiri empat laki-laki berinisial IS, AFA, AZ, dan MB serta tiga pelaku perempuan berinisial MAD, NR dan N.

 

Adapun korbannya adalah SNM, warga Pemurus Dalam, Kecamatan Banjarmasin Selatan, Kota Banjarmasin.

 

Kapolres Balangan, AKBP Riza Muttaqin menjelaskan, kronologi kasus yang awalnya berasal dari postingan korban di media sosial yang meminta pertolongan.

 

Kemudian, pihak Polres Balangan mendapatkan informasi terkait postingan tersebut dan langsung dilakukan penyeilidikan.

 

Korban sempat diajak jalan-jalan oleh para pelaku ke daerah Sungai Danau, Kabupaten Tanah Bumbu.

 

Kemudian, sekitar dua minggu di Sungai Danau para pelaku membawa lagi korban ke Tanah Grogot, Kabupaten Paser, Kalimantan Timur.

 

Setelah itu kembali lagi ke Tanah Laut dan kemudian ke Banjarmasin. Para pelaku berkeliling-keliling antar daerah dengan membawa pelaku dengan motif jalan-jalan.

 

Kemudian, pada Kamis (13/6/2024) sekitar 04:00 Wita, unit Resmob Polres Balangan berhasil mengamankan para pelaku bersama korban di Desa Haur Batu, Kecamatan Paringin, Kabupaten Balangan.

 

Dari paparan, awalnya korban yang memiliki permasalahan dengan keluarganya merasa depresi dan mencari teman curhat untuk meringankan pemikirannya.

 

“Korban mungkin bermaksud untuk mencari tempat berkomunikasi, tempat bersandar. Kemudian dibawa ke beberapa tempat dengan alasan awal ke orang tua untuk pindah rumah,” ujar Kapolres.

 

Sementara itu Kasat Reskrim Polres Balangan, Iptu Galuh Pangestu mempaparkan, awalnya para pelaku hanya mengajak jalan-jalan korban dan saat di pertengahan korban dijual melalui aplikasi prostitusi online.

 

“Awalnya jalan-jalan, kemudian ada rental mobil dan juga menginap, saat korban ingin pulang ke Banjarmasin, pelaku mengatakan bahwa mereka ada utang dari biaya rental dan penginapan. Akhirnya korban dijual untuk membayar utang tersebut,” ujat Kasat Reskrim.

 

Dari paparan korban, Kasat Reskrim menyampaikan bahwa saat korban membuat postingan minta tolong di media sosial dan sempat viral, salah satu pelaku yang mengetahui postingan tersebut langsung merebut handphone korban.

 

“Hp-nya diambil, dibanting, dan korban juga sempat ditendang,” tambahnya.

 

Baca berita kalselpos lainnya, silahkan download Aplikasi Kalselpos.com di play store

Pos terkait