TMMD Ke-120 Kodim 1001 Menuju Arah Pembangunan Kesejahteraan Masyarakat Desa Sungai Karias 

Teks foto:  Satgas TMMD Ke-120 tahun 2024 bekerja keras menyelesaikan pembangunan fisik di Desa Sungai Karias, Kecamatan Amuntai Tengah.(ist)(kalselpos.com)

Amuntai, Kalselpos.com – Upaya memperbaiki infrastruktur dan kesejahteraan masyarakat di pedesaan, TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) di Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) hadir bagi desa dan masyarakat setempat khususnya. TMMD Ke-120 tahun 2024 Kodim 1001 Hulu Sungai Utara (HSU)-Balangan telah memberikan berbagai kegiatan yang signifikan bagi Desa Sungai Karias, Kecamatan Amuntai Tengah, Kabupaten HSU.

 

Bacaan Lainnya

Dengan teknik yang canggih dan kerja keras, TMMD Ke-120 Kodim 1001 yang meliputi program dilaksanakan dengan rincian, peningkatan jalan warga, pembangunan Posyandu satu buah, Rehab Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), 1 buah, rehab gudang padi 1 buah, dan rehab MCK 1 buah tersebut telah selesai dilaksanakan selama satu bulan penuh dengan ditambah program unggulan KASAD TNI AD bidang ketahanan pangan dan TNI Manunggal Air Bersih (TMAB), oleh Satuan Tugas (Satgas) TMMD Ke-120 tahun 2024 Kodim 1001 HSU-Balangan, Senin (10/6/2024).

 

Desa Sungai Karias berada di Kecamatan Amuntai Tengah, Kabupaten HSU yang memiliki luas wilayah 359,00 hektar (Ha), dengan kultur wilayah sungai dan rawa dengan komoditi unggulan berupa, lahan sawah 100 Ha, kebun 10 Ha, ladang 14 Ha. Masyarakat setempat lebih banyak berprofesi sebagai pedagang dan petani, sehingga adanya sasaran fisik utama TMMD Ke-120 Kodim 1001 berupa peningkatan jalan, sangat membantu bagi warga setempat untuk membawa hasil pertanian dan perikanan, perdagangan, perkebunan, serta ternak.

 

Hal tersebut diakui, Kepala Desa Sungai Karias, M. Jayen Suseno, yang bercerita soal kondisi desanya. Penduduk Desa Sungai Karias berjumlah sekitar 2.175 jiwa, jumlah kepala keluarga 702 KK, dengan rata-rata berprofesi sebagai pedagang dan petani.

 

Jalan yang dibangun oleh Satgas TMMD Ke-120 Kodim 1001 tersebut, sangat berdampak bagi masyarakat Desa Sungai Karias dan warga desa sekitar, bukan tanpa sebab jalan tersebut digunakan untuk membawa hasil pertanian, perkebunan, ternak bahkan berdagang. Pemilik lahan tidak hanya dari warga Desa Sungai Karias, tetapi warga sekitar desa, maka dari itu, akses jalan satu-satunya tersebut sangat diperlukan warga. “Dulu sakit (tidak enak) jalannya, sulit saat mau lewat, sekarang sudah bagus dan mudah bagi warga untuk lewat,” terang Kades Jayen.

 

Ingatnya lagi, jalan tersebut telah ada sejak tahun 1980 an, tetapi hanya jalan setapak/rintisan yang digunakan untuk ke kebun dan sawah. Semakin lama, banyak warga yang bermukim ke arah jalan tersebut, hingga sekarang. Akses bagi warga yang melintas tidak mudah, apalagi saat hujan, ketika ingin melintas jalan yang dulu hanya lebar 3 meter tersebut, harus ekstra hati-hati karena kondisinya jalan rusak, ditambah tanah bercampur air, sehingga menjadi lumpur tebal, bahkan sampai tidak dapat dilewati sepeda motor. Akibat hal itu pula, banyak warga yang mengeluh dengan kondisi jalan tersebut, akibat banyak yang terjatuh saat melintas.

 

“Kalau sedang kondisi seperti itu yang bisa lewat hanya sepeda motor modifikasi menyerupai trail, dengan ban khusus. Tidak semua memiliki sepeda motor tersebut, kadang saat warga ingin mengangkut hasil panen dan kebun terpaksa menggunakan jasa ojek yang menggunakan sepeda motor modifikasi tadi,” ceritanya.

 

Akuinya, dari pemerintah desa memang telah berupaya melakukan perbaikan, tetapi karena keterbatasan anggaran tidak memungkinkan untuk melakukan perbaikan secara menyeluruh, jalan berlobang dan lumpur perlu banyak biaya untuk perbaikan. Kondisi tersebut diperparah pula akibat banjir yang menggenang. ”Kami sebagai warga aparat desa pastinya sangat bersyukur dilakukan pembangunan jalan dan Posyandu, RTLH, serta program unggulan lainnya,” terangnya.

 

Bicara soal TMMD, yang tidak kalah pentingnya juga adanya program RTLH. Menurut, Kades Jayen, rumah Jumairi (45) memang sudah tidak layak untuk ditempati. Rumah yang berada di ujung jalan, tepatnya berada di area pekerjaan peningkatan jalan oleh Satgas TMMD Ke-120 tersebut telah dibongkar habis yang kemudian dibangun ulang. Jumairi yang tinggal bersama tiga anaknya, di rumah ukuran 6×10 meter ini tidak memiliki pekerjaan tetap, “Kalau dilihat, saya ceritakan, kondisi rumahnya sudah tidak baik atau hancur, seperti dinding dan atap, termasuk lantai yang hancur. Memang pondasi masih kokoh, tetapi dinding dan atap sudah rusak parah. Apalagi saat hujan, hanya satu kamar yang memang kondisi baik, sehingga disitu menjadi lokasi berkumpul keluarga, sanitasi juga buruk, tidak ada MCK,” ungkitnya.

 

Satu keluarga yang tidak memiliki pekerjaan tetap dan penghasilan rendah, mengakibatkan keluarga Jumairi tidak mampu memperbaiki rumah miliknya. Kini kekhawatiran keluarga Jumairi juga teratasi dengan kondisi rumah yang telah layak huni.

 

Selama proses pengerjaan TMMD Ke-120 tahun 2024 di wilayah Kodim 1001 HSU, Satgas TMMD terbantu dengan kondisi cuaca yang mendukung, sehingga berjalan dengan sesuai jadwal, sehingga progresnya selesai sesuai rencana.

 

Dimulai dari sasaran fisik utama, peningkatan jalan dari pembangunan siring kiri dan kanan sepanjang 1.090 meter, penimbunan atau peninggian jalan 545 meter, dengan lebar 5 meter dan tinggi 20 cm telah terlaksana maksimal hingga selesai.

 

Komandan Satuan Tugas (Dansatgas) TMMD Ke-120 Kodim 1001 HSU, Letkol Kav Gunantyo Ady Wiryawan, S.Hub, Int menuturkan, sasaran tambahan seperti pembangunan posyandu, RTLH, rehab MCK dan gudang popok dan padi terlaksana dengan baik.

 

Tidak kalah penting, Satgas TMMD melaksanakan program unggulan dari Kasad TNI AD yaitu ketahanan pangan dan TNI Manunggal Air Bersih (TMAB). Program unggulan tersebut terlaksana di tiga titik. “Pertama di Posyandu, tidak hanya bangunan kita juga buatkan instalasi air bersih, sehingga dapat digunakan dengan baik air bersih tersebut baik keperluan sehari-hari, di rehab MCK juga dipasang air bersih. Satu lagi ialah pembuatan sumur bor yang dibangun tepat berdekatan dengan lokasi ketahanan pangan, sehingga air bersih dapat digunakan untuk mandi, bahkan pengairan kebun serta kegiatan memasak,” sebutnya.

 

Jika pembangunan fisik dan non fisik dipusatkan di Desa Sungai Karias, Satgas TMMD Ke-120 membangun kegiatan fisik, berupa pembukaan lahan untuk program ketahanan pangan di lahan milik Desa Karias Dalam. Ketahanan pangan yang menjadi program unggulan Kasad Jenderal TNI Maruli Simanjuntak ini terfokus penanaman tanaman hortikultura. Program ketahanan pangan akan mampu meningkatkan perekonomian masyarakat, ditambah tanah kebun tergolong sangat subur, sehingga memungkinkan besar akan mendapatkan hasil panen yang berlimpah.

 

Adanya pembangunan jalan, masyarakat sekitar sangat terbantu untuk membawa hasil kebun dan hasil pertanian, dengan hasil yang dicapai akan dapat meningkatkan ekonomi masyarakat di Desa Sungai Karias. Dansatgas TMMD 120 Kodim 1001, menyebut bahwa ‘Kebahagiaan Warga adalah Harapan Kami.’

 

Semua sasaran yang sifatnya fisik dan non fisik pada program yang mengusung tema ‘Darma Bakti TMMD Mewujudkan Percepatan Pembangunan di Wilayah’ ini rampung 100 persen. “Semangat kegotongroyongan antara Satgas TMMD 120 Kodim 1001 HSU bersama warga setempat tak luntur untuk menyelesaikan pengerjaan sasaran fisik dan non fisik program dengan tepat waktu, serta dengan mutu dan kualitas sesuai yang diharapkan,” ungkapnya.

 

Kendati melelahkan, kerja keras prajurit TNI tidak akan sia-sia, karena kebahagiaan dan kesejahteraan masyarakat adalah cita-cita bagi TNI, untuk itu Dansatgas TMMD Kodim 1001 berharap, hasil kerja keras dari Satgas TMMD, masyarakat dan pihak-pihak terkait ini bisa dinikmati.

 

TMMD, merupakan operasi Bhakti TNI yang tidak termasuk dalam operasi militer lain (OMSP), yang merupakan program terpadu lintas sektoral antara TNI dengan Departemen pemerintahan, Lembaga Pemerintah Non Departemen, SKPD Pemerintah Daerah, atau komponen bangsa lainnya. TMMD dilaksanakan sejak tahun 1980 dan bertujuan untuk menunjang keberhasilan pembangunan nasional hingga ke pelosok desa. Program ini melibatkan integrasi bersama masyarakat untuk meningkatkan akselerasi pembangunan di pedesaan.

 

Berkat kerjasama Satgas dan Pemerintah Kabupaten HSU, program TMMD Ke-120 tahun 2024 wilayah Kodim 1001 HSU-Balangan berjalan dengan lancar hingga selesai. Pemerintah daerah HSU juga berencana akan melanjutkan pembangunan yang telah dilaksanakan oleh Satgas TMMD Ke-120.

 

Baca berita kalselpos lainnya, silahkan download Aplikasi Kalselpos.com di play store

Pos terkait