Soal dugaan Pengeroyokan yang dilaporkan tak Diproses,  Kasat Reskrim : “Terkait perkara, ini Kita tinggal Periksa Keterangan Ahli,

Teks Foto :  []hafidz BERI PENJELASAN - Kasat Reskrim Polresta Banjarmasin, AKP Eru Alsepa (kiri) saat memberikan keterangan terkait laporan seorang perempuan ke Polda Kalsel(kalselpos.com)

Banjarmasin, kalselpos.com – Terkait laporan dugaan pengeroyokan seorang perempuan bernama Nur Aisyah (47) ke Mapolda Kalsel karena merasa tidak ada perkembangan selama satu tahan lamanya, pada Senin (03/06/24) lalu, ditanggapi Kasat Reskrim Polresta Banjarmasin, AKP Eru Alsepa.

 

Bacaan Lainnya

Saat dikonfirmasi awak media, Kamis (06/06/2024) petang, dijelaskan jika hingga saat ini pihaknya masih memproses dua perkara, saling lapor tersebut, dan semuanya berjalan secara profesional sekaligus dapat dipertanggungjawabkan.

 

“Ini perkara saling lapor dan kedua belah pihak masih ada hubungan keluarga. Kami pastikan laporan keduanya tetap tegak lurus sesuai aturan hukum yang ada, ” tegasnya.

 

Dijelaskan Eru, memang ada beberapa hambatan dalam prosesnya, dari saksi saksinya sulit dimintai keterangan saat proses penyelidikan.

 

“Para saksi sulit saat kami panggil untuk diminta keterangan, karenanya mereka meminta kepada pihak penyidik untuk memfasilitasi mediasi terlebih dahulu, ” ungkap Eru.

 

Namun meski demikian, sudah terjadi beberapa kali mediasi, akan tetapi mereka tetap dengan laporannya masing-masing, sehingga tidak mendapatkan solusi.

 

“Bukan menjadi tanggung jawab kami. Apalagi terkait persyaratan damai yg diajukan. Kita juga sudah koordinasi dengan pihak kejaksaan. Terkait perkara, ini kita tinggal periksa tambahan keterangan ahli, ” pungkasnya.

 

Seperti diberitakan sebelumnya,

seorang perempuan bernama Nur Aisyah (47), warga Jalan Pangeran Antasari Banjarmasin, yang diduga sebagai korban pengeroyokan, Senin (03/06/24) siang, mendatangi Mapolda Kalsel, guna melaporkan lambannya penangan kasusnya yang dilakukan pihak Polresta Banjarmasin..

 

Dengan di dampingi penasihat hukumnya, Nizar Tanjung SH MH, korban kepada awak media menyampaikan, jika laporannya sudah diterima Kapolda melalui Irwasda Polda Kalsel, AKBP Tobing

 

Menurut penasihat hukum korban, dalam hal ini Nizar Tanjung, mengenai dugaan tindak pidana pengeroyokan, itu terjadi pada 18 April 2023 sesuai dengan Surat Tanda Penerimaan Laporan (STPL) tyang diterima oleh Kepala SPKT Polresta Banjarmasin, Iptu Selamat Riyadi .

 

Yang menjadi kekecewaan korban, tak lain lantaran, hingga 1 tahun dan 1 bulan, kasus yang dia laporkan ke polisi, sama sekali tidak ada perkembangan prosesnya.

 

Padahal kasus tersebut, sambung Nizar Tanjung, oleh pihak Kejaksaan Negeri Banjarmasin melalui Kasi Pidum, Habibi SH, juga telah menyampaikan Surat Permintaan Perkembangan Hasil Penyidikan (atau P-17),pada tanggal 12 Desember 2023 lalu, namun perkembangan kasusnya pun tak kunjung berproses

 

Diceritakan oleh Nur Aisyah, kronologis dugaan pengeroyokan yang menimpa dirinya, terjadi setahun silam, saat dirinya datang ke rumah suaminya H Amin, membereskan pakaian untuk pulang ke Madura, Jawa Timur.

 

Aisah sendiri adalah istri kedua H Amin, pascaistri pertamanya meninggal dunia.

 

Saat beres-beres itu, dia langsung dikeroyok oleh tujuh orang yang masih ada hubungan keluarga dengan sang suami, H Amin.

 

“Saya lantas diusir dan tiba-tiba dikeroyok. Ditendang di kepala, dicakar hingga dicekik,” cerita Aisyah sambil terisak.

 

Dia menyayangkan, salah satu pelaku adalah terduga istri oknum Polri atau Bhayangkari yang saat ini suaminya bertugas di Polda Aceh.

 

 

Baca berita kalselpos lainnya, silahkan download Aplikasi Kalselpos.com di play store

Pos terkait