Tak berumur panjang, Wisata Kampung Ketupat kini sudah tutup

Teks foto : Kawasan Wisata Kampung Ketupat Banjarmasin.(kalselpos.com)

BANJARMASIN, kalselpos.com – Belum lagi sempat dinikmati masyarakat luas, Kawasan Wisata Kampung Ketupat di Kelurahan Sungai Baru, Banjarmasin saat ini sudah nampak tutup tanpa terlihat aktivitas layaknya tempat rekreasi dan kuliner lainnya.

Terpantau, Kamis (9/4/24) siang. Kawasan Wisata Kampung Ketupat tutup dan tidak terurus.

Bacaan Lainnya

Warga sekitar, Panca Guna menyampaikan, Wisata Kampung sudah tidak beroperasional lagi sejak tiga bulan terakhir.

“Sejak awal ramadan sudah tidak beroperasional lagi. Pihak manajemen juga sudah tidak ada di tempat,” ujar Panca Guna, kepada wartawan Kalselpos.com.

Ia juga menerangkan, sejak beberapa bulan lalu, kondisi Wisata Kampung Ketupat sangat memprihatinkan. Bahkan, pintu-pintu masuk tidak dalam keadaan terkunci.

“Kunci gembok di pintu-pintu masuk terbuka. Jadi siapa saja bisa masuk,” katanya.

Alhasil, kabel utilitas dan sejumlah fasilitas bermain yang ada di dalam raib, dicuri oknum tidak bertanggung jawab.

“Kita lihat kabel-kabel listriknya hilang. Lalu fasilitas bermain anak-anak seperti setir pesawat terbang juga hilang,” bebernya.

Ia khawatir, jika kondisi ini terus dibiarkan, tidak menutup kemungkinan Wisata Kampung Ketupat dijadikan lokasi maksiat. Seperti tempat mesum, tawuran dan minum-minuman beralkohol.

“Kami tidak bisa mengontrol orang yang datang bisa dari mana saja,” tandasnya.

Oleh karenanya, Ia menginginkan, jika pihak manajemen tetap mengelola Wisata Kampung Ketupat ini, maka dapat di kelola dengan baik.

“Syukurnya saat ini sudah ada penjagaan dilakukan. Pintu-pintu masuknya juga sudah digembok,” pungkasnya.

Diketahui, Wisata Kampung Ketupat merupakan hasil kolaborasi Pemko Banjarmasin dengan PT Juru Supervisi Indonesia dalam rangka pemanfaatan aset pemda agar dapat dikelola dengan lebih optimal dalam aspek penataan kawasan.

Perjanjian dituangkan dalam bentuk kerjasama pemanfaatan lahan dan terdapat kontribusi tahunan sekitar Rp100 juta serta Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Baca berita kalselpos lainnya, silahkan download Aplikasi Kalselpos.com di play store

Pos terkait