Wali Kota Banjarbaru berharap Festival Salikur jadi Sarana Menyemarakan Ramadhan

Teks foto Pelepasan dewan juri di Lapangan Dr Murdjani, Sabtu (30/03) malam.(ist)(kalselpos.com)

Banjarbaru, kalselpos.com– Wali Kota Banjarbaru Muhammad Aditya Mufti Ariffin mengharapkan Festival Salikur lebih menyemarakan malam-malam terakhir bulan suci Ramadhan 1445 Hijriah yang tinggal menghitung hari.

 

Bacaan Lainnya

 

 

“Harapan kami, Festival Salikur menjadi sarana menyemarakan dan menghidupkan malam terakhir bulan Ramadhan dengan mengisinya baik amalan maupun ibadah lainnya,” ujar Aditya di Banjarbaru, Selasa (2/4).

 

 

 

Menurut Aditya, Pemkot Banjarbaru menggelar Festival Salikur tahun 2024 dengan tema “Kita raih cahaya berkah Ramadhan” ditandai dengan pelepasan dewan juri di Lapangan Dr Murdjani, Sabtu (30/03) malam.

 

 

 

Dijelaskan, Festival Salikur sebagai wujud kecintaan sekaligus untuk menyemarakkan bulan Ramadhan melalui kegiatan bermanfaat dan menjadi salah satu syiar Islam di bulan penuh berkah itu.

 

 

 

“Kami berharap, Festival Salikur dengan cara menghias lingkungan, komplek, maupun RT/RW memakai lampu hias hingga lampion unik dan menarik bukan hanya di Ramadhan tetapi seterusnya,” ucap dia.

 

 

 

Diharapkan, melalui berbagai kreasi yang unit dan menarik pada setiap kawasan pemukiman bisa membuat lingkungan menjadi indah, menarik dan selalu terlihat nyaman sehingga memiliki daya tarik tersendiri.

 

 

 

“Alasan festival digelar di kampung atau kawasan pemukiman warga bukan pawai di jalan agar semuanya bisa melihat keindahan kawasan disamping tidak mengganggu lalu lintas,” ungkapnya.

 

 

 

Dikatakan, penilaian yang dilakukan dewan juri pada festival tahunan yang masuk kalender event Kota Banjarbaru itu meliputi estetika kreasi, inovasi, dan keindahan yang dibuat unik dan menarik.

 

 

 

“Jadi, dewan juri yang akan datang ke kampung-kampung atau kawasan pemukiman untuk menilai karya dan kreasi warga menghiasi lingkungan. Tentu yang terbaik dan memenuhi kriteria jadi juara,” katanya.

 

 

 

Sementara itu, selain Festival Salikur yang diisi dengan menghias seluruh sudut kampung atau pemukiman, juga digelar lomba fotografi dengan objek foto tempat peserta lomba tanglong atau lampion.

 

Baca berita kalselpos lainnya, silahkan download Aplikasi Kalselpos.com di play store

Pos terkait