Sidang praperadilan Dirkrimsus Polda Kalsel, Termohon katakan Penyidikan sudah Sesuai Prosedur

Teks photo : []istimewa BERI KETERANGAN - Amin Mulyadi selaku kuasa termohon Dirreskrimsus dari Gakkum Polda Kalsel saat memberikan keterangan. SiDANG PRAPERADILAN - Suasana sidang praperadilan di Pengadilan Negeri Banjarmasin, Selasa (20/2/24) kemarin.

Banjarmasin,kalselpos.com – Sidang gugatan praperadilan dengan termohon Dirkrimsus Polda Kalsel kembali digelar di Pengadilan Negeri (PN) Banjarmasin, Selasa (20/2/2024) pagi.

Agendanya jawaban atau tanggapan dari termohon atas memori gugatan praperadilan pemohon, tiga tersangka terkait bongkar muat batubara.

Bacaan Lainnya

“Intinya kami dari termohon menyatakan, penyelidikan dan penyidikan yang dilakukan penyidik sudah sesuai prosedur,” ucap Amin Mulyadi selaku termohon dari Gakkum Polda Kalsel.

Diketahui tiga tersangka yang terjerat kasus dugaan Pasal 404 KUHPidana tentang pengalihan alat berat mengajukan gugatan praperadilan ke Pengadilan Negeri Banjarmasin.

Adapun selaku pemohon dalam gugatan praperadilan, adalah Iriawan Ibarat, Harry Tjhen dan Toyowano.dengan termohon Dirreskrimsus Polda Kalsel.

Sidang perdana sempat digelar, Senin (5/2/2024), namun saat itu pihak termohon tidak hadir, jadi sidang dilanjutkan, Senin (19/2/2024), dengan agenda pembacaan gugatan praperadilan yang mana pemohon dihadiri oleh Dr HM Sabri Noor Herman SH MH, sedangkan dari termohon dihadiri Amin Mulyadi bidang Gakkum Polda Kalsel dengan hakim tunggal Arias Dedy SH.

Dikatakan Dr Sabri Noor Herman SH MH, selaku kuasa hukum pemohon, pihaknya melakukan gugatan praperadilan karena merasa kasus yang menjerat ketiga kliennya bukanlah ranah pidana melainkan perdata.

Karena sebagaimana dengan Pasal 404 KUHPidana yang disangkakan kepada kliennya tidak memenuhi unsur, disitu tidak ada gadai, ataupun sewa menyewa.

Diceritakan Sabri, kliennya mendapatkan kontrak kerjasama terkait bongkar muat batubara dengan pelapor.

Kemudian pada perjalanannya, batubara yang dimuat ke tongkang milik pelapor tidak ada lagi kejelasan, kemudian klien memindahkan alat berat ke tempat lain.

Pindahnya alat berat seperti crain dan lainnya itulah yang menjadikan laporan pelapor dengan Pasal 404, padahal semua alat itu milik kliennya.

Lanjut Sabri, unsur pasal yang dimaksud 404 dari penyidik itu tidak terpenuhi, karena alat berat adalah milik pemiliknya sendiri, bukan orang lain.

“Kami berharap keadilan itu benar-benar ditegakkan,oleh karena itu kami mengajukan gugatan praperadilan, karena dasar dan bukti yang kami miliki di lapangan memang demikian adanya,”jelas Dr HM Sabri Noor Herman SH MH.

Baca berita kalselpos lainnya, silahkan download Aplikasi Kalselpos.com di play store

Pos terkait