Dipertanyakan Habib Fathrurrahman, ini penjelasan Dishub Banjarmasin soal shelter air Kubah Basirih

Teks foto: Pembangunan shelter air di kawasan makam Habib Hamid bin Abbas Bahasyim atau kubah Basirih, Banjarmasin.

BANJARMASIN, kalselpos.com – Habib Fathrurrahman Bahasyim menyampaikan kritik proyek pembangunan shelter air, di kawasan makam Habib Hamid bin Abbas Bahasyim. Sebab proyek pembangunan shelter di kawasan itu dinilai hanya menjadi pajangan saja.

Terlebih lagi panjang shelter yang dibangun, dinilai tanggung hingga membuat kapal kesulitan atau tidak bisa tambat saat sungai sedang surut.

Bacaan Lainnya

“Alhamdulillah, Kami berterima kasih kepada pemerintah adanya pembangunan shelter tersebut, untuk memudahkan masyarakat berziarah,” ujar Habib Fathrurrahman Bahasyim, saat di temui kerumah nya, Jumat (08/12/23) siang.

Namun katanya, ada beberapa hal yang jadi sorotan, lantaran Shelter itu di buat secara tanggung.

“Saat air surut, kapal yang ingin tambat tidak bisa merapat,” katanya.

“Contohnya saat haul Habib Basirih tidak bisa digunakan. Alhasil jamaah yang datang menggunakan klotok menambat di dermaga milik masyarakat,” sambungnya.

Proyek yang diketahui menelan berbiaya Rp2,5 miliar dari Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun anggaran 2022. Yang mana saat ini masih dalam tahap pembangunan.

Maka dari itu pihaknya minta kepada dinas terkait untuk mengoreksi proyek tersebut.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Banjarmasin, Slamet Begjo dengan adanya kritik tersebut. Ia menyampaikan sebuah bangunan diatas sungai tentu ada aturannya.

Yakni Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) Nomor 52 Tahun 2012 tentang alur pelayaran sungai dan danau.

“Jadi hanya boleh seperdelapan maksimal dari badan sungai. Sehingga menurut hemat kami panjangnya sudah sesuai. Kami juga telah melakukan kajian secara teknis bersama Dinas PUPR,” ungkapnya.

Ketika sungai sedang surut akan terlihat tidak seimbang, hingga membuat klotok kurang bisa merapat.

“Tapi bukan berarti shelternya harus ke tengah lagi. Karena sudah ada aturannya. Yang bisa kita upayakan mungkin melakukan pengerukan,” tandasnya.

Baca berita kalselpos lainnya, silahkan download Aplikasi Kalselpos.com di play store

Pos terkait