Isi Token Meter pelanggan Rp1 juta mendadak Raib, belakangan Justru dikenakan Denda

Teks Foto : []istimewa DICOPOT SEPIHAK - Meter PLN yang dicopot sepihak.

Banjarmasin, kalselpos.com – Salah seorang pelanggan atas nama Ramadhan, asal Sekumpul Gang Hijrah Martapura, Kabupaten Banjar, mengeluhkan meter listrik nomor id pelanggan 221300807415 dilepas sepihak oleh petugas lapangan PT PLN tanpa sepengetahuan pemilik rumah atau pelanggan, usai menjadi sasaran raziaPenertiban Pemakaian Tenaga Listrik atau P2TL.

Namun yang diberatkan Ramadhan, ketika PLN mengambil meter listrik tersebut tanpa sepengetahuannya, dengan melibatkan petugas kepolisian di lapangan, namun dia disuruh membayar denda sebesar Rp11 juta..

Bacaan Lainnya

Pertama atau tahap awal, pelanggan satu, ini disuruh membayar Rp3 juta, agar meter dipasang kembali.

Setelah dibayar, ternyata token listrik miliknya senilai Rp1 juta raib dan tertulis ditoken baru Rp0.

“Sekarang dari sini saja yang mencuri itu pihak PLN, bukan saya sebagai pelanggan, ” jelas Ramadhan

Ia menambahkan, kronologi pencabutan meter listrik tesebut, ketika dirinya memindah meter miliknya ke tiang listrik depan, karena rumahnya sedang tahap renovasi. Lantas, seketika itu juga petugas datang dan kemungkinan mereka mengira, Ramadhan mengambil arus listrik di luar spesifikasi.

Tapi colokan listrik tersebut justru melalui meter listrik. Artinya secara teknis melewati meter listrik dan sekarang di meter baru, selain nominal token senilai Rp1 juta yang raib, dirinya diwajibkan membayar sisa denda yang dibebankan Rp8 juta.

“Sebagai konsumen saya kecewa, akibat arogansi sikap PLN yang sepihak dan saya dianggap seperti ‘maling’ saja, ” ungkapnya.

Menurut Ramadhan, dirinya akan membawa perkara ini sampai ke manapun, dan dalam waktu dekat akan menyambangi Lembaga Penyelesaian Sengketa Konsumen (LPSK) dan Polda Kalsel atas perbuatan tidak menyenangkan dan menghilangkan isi token sebesar Rp1 juta tersebut, termasuk ke Komisi III DPRD Kalsel, dengan bukti – bukti yang telah disiapkannya.

Ia mengaku sempat menyampaikan masalah ini ke UPT PLN Cabang Martapura, namun petugas UP3 Lambung Mangkurat yang mengerjakannya, seperti ‘dipimpong’, yang hingga kini belum mendapat keterangan resmi dari PLN atas kasus tersebut

“Jika itu diindikasikan salah, seharusnya PLN bisa menegur, agar melepas atau menunggu pemilik datang. Ironisnya, tanpa ada bukti baik foto atau video ketika menertibkan tersebut, ” ungkapnya dengan nada kesal

“PLN ini merasa paling benar sendiri tapi jelas bekerja tidak profesional, ” sebut Ramadhan.

Sementara, pihak managemen PT PLN (Persero) Wiilayah UP3 Lambung Mangkurat, melalui perwakilan Teguh Wasisto, menyatakan dari kasus dari surat yang disampaikan, pelanggan ada pengambilan daya sebelum Kwh meter, karena rumah tersebut sedang direhab.

Sedangkan untuk isi token Rp1 juta yang diduga rain tersebut, sedang dikoordinasikan di internal, dan akan dikembalikan, jika benar adanya demikian, sebut Teguh Wasisto,

Baca berita kalselpos lainnya, silahkan download Aplikasi Kalselpos.com di play store

Pos terkait