Madun terbukti ‘Langgar’ Netralitas ASN

Teks foto []istimewa 'JATUHKAN SANKSI' - Bawaslu Kalsel saat menyampaikan dugaan pelanggaran netralitas ASN terhadap Kadisdikbud Provinsi, Muhammadun alais Madun, Jumat (17/11/2023) pagi.

Banjarmasin, kalselpos.com– Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kalsel menyampaikan dugaan pelanggaran netralitas ASN terhadap Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Provinsi, Muhammadun alais Madun.

Dugaan pelanggaran netralitas ASN tersebut, berdasarkan kesimpulan pleno Bawaslu Provinsi Kalsel, di mana Madun terbukti mengajak orang lain untuk memilih Partai Golkar pada Pemilu 2024 di acara Job fair SMKN 3 Banjarmasin.

Bacaan Lainnya

“Berdasarkan informasi dan bukti-bukti yang kami kumpulkan, kami anggap beliau (Kadisdikbud Kalsel) melanggar netralitas ASN,” ungkap Kordiv Penangganan Pelanggaran dan Datin, Radini saat konferensi pers di Kantor Bawaslu Kalsel, Jumat (17/11/2023) pagi.

Ucapan Kadisdikbud Kalsel pada acara Job Fair di SMKN 3 Banjarmasin mengajak orang lain untuk memilih partai politik tertentu, dinyatakan melanggar Pasal 283 ayat (2) Undang-Undang Pemilu Nomor 7 Tahun 2017.

Selain itu, ucapan Madun, juga dinyatakan bertentangan dengan Undang-undang ASN Pasal 2 huruf f Jo Pasal 24 ayat 1 huruf d yang pada pokoknya ASN wajib menjaga netralitas pada setiap tindakan dan perbuatan. Kemudian peraturan lainnya yaitu PP Nomor 42 Tahun 2004, lalu PP Nomor 94 Tahun 2021, dan SKB yang pada pokonya PNS dilarang memberikan dukungan atau tindakan yang dapat menguntungkan/merugikan peserta Pemilu.

Meski demikian, berdasarkan hasil penulusuran, Radini menegaskan, pada kasus Kadisdikbud Kalsel tidak ditemukan unsur Tindak Pidana Pemilu, melainkan pelanggaran Pemilu lainnya yaitu Netralitas ASN, sehingga kasusnya tidak ditangani atau diteruskan ke Gakkumdu.

Kemudian, hasil dari keputusan pleno Bawaslu Kalsel tersebut dikatakan Radini akan dijadikan rekomendasi untuk selanjutnya ditindaklanjuti oleh Komis ASN (KSAN).

Sebelumnya Kadisdikbud Kalsel Muhammadun menjadi sorotan karena secara terang-terangan mengajak orang lain untuk mencoblos partai Golkar pada Pemilu 2024.

Ucapan itu keluar dari mulutnya saat ia menghadiri acara pembukaan job fair di SMKN 3 Banjarmasin pada Senin (6/11/2023). Di acara itu Madun diberikan kesempatan menyampaikan sambutan sebagai Kadisdikbud Kalsel.

Dalam rekaman video yang beredar, Madun, bahkan dua kali menyebut Partai Golkar.

“Maka dari itu 14 Februari cucuklah (cobloslah, red) Golkar,” kata Madun di tengah-tengah sambutan.

Madun saat itu mengatakan tidak tidak takut jika ucapannya itu didengar oleh Bawaslu. “Biar ada Bawalsu kada (tidak) takut Bapak,” ujarnya.

Baca berita kalselpos lainnya, silahkan download Aplikasi Kalselpos.com di play store

Pos terkait