Fraksi-fraksi Dewan Banjarbaru setujui Raperda APBD 2024

Teks foto Rapat Paripurna DPRD di Banjarbaru, Senin (11/9) kemarin.(ist)

Banjarbaru, kalselpos.com – Tujuh fraksi di DPRD Banjarbaru menyetujui rancangan peraturan daerah tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (Raperda APBD) 2024 agar dibahas lebih lanjut bersama pemerintah kota.

 

Bacaan Lainnya

“Fraksi-fraksi melalui pemandangan umum menyatakan setuju Raperda APBD 2024 dibahas bersama-sama Badan Anggaran dan tim Pemkot,” ujar Ketua DPRD Fadliansyah usai Rapat Paripurna DPRD di Banjarbaru, Senin (11/9) kemarin.

 

Rapat Paripurna yang diikuti Wali Kota Banjarbaru Muhammad Aditya Mufti Ariffin dan Wakil Wali Kota Wartono sesuai agenda tanggapan fraksi terhadap Raperda APBD 2024 yang disampaikan pemerintah kota.

 

Disebutkan Fadliansyah, fraksi yang menyetujui Raperda APBD dibahas lebih lanjut, yakni Fraksi Gerindra, Golkar, PPP, Nasdem, PKB, Fraksi PDIP dan ditutup Fraksi “Kesan” yang merupakan gabungan PKS dan PAN.

 

“Pembahasan raperda dilakukan badan anggaran bersama tim dari Pemkot Banjarbaru melalui agenda rapat yang disusun berdasarkan kesepakatan badan musyawarah DPRD,” ungkapnya.

 

Wali Kota Banjarbaru Muhammad Aditya Mufti Ariffin berharap agar pembahasan raperda berjalan baik dan lancar sehingga bisa diputuskan menjadi perda yang menjadi acuan penggunaan anggaran pada 2024.

 

“Kami berharap, pembahasan bisa berjalan baik dan lancar sehingga segera disahkan menjadi perda yang akan menjadi acuan penggunaan anggaran tahun depan,” ucap Aditya.

 

Diketahui, Rancangan APBD 2024 yang disampaikan Wali Kota Muhammad Aditya Mufti Ariffin berisi pendapatan dan belanja yang besarannya diproyeksikan sesuai kebutuhan selama satu tahun.

 

Komposisi Rancangan APBD 2024 Kota Banjarbaru, yakni pendapatan daerah diproyeksikan sebesar Rp1,2 triliun yang terdiri dari pendapatan asli daerah sebesar Rp329,3 miliar dan pendapatan transfer pemerintah pusat sebesar Rp962,8 miliar.

 

Sementara, belanja daerah dalam Rancangan APBD diproyeksikan sebesar Rp1,3 triliun yang terdiri dari belanja operasi, belanja modal dan belanja tidak terduga sehingga terjadi defisit sebesar Rp90,7 miliar.

Baca berita kalselpos lainnya, silahkan download Aplikasi Kalselpos.com di play store

Pos terkait