Mesir, Negara Tertua di Dunia

Kota Kairo, Mesir. (ist/net)

kalselpos.com – Mesir atau saat ini disebut dengan Republik Arab Mesir, berdasarkan peninggalan sejarah yang ada diketahui sebagai negara tertua di dunia.

 

Bacaan Lainnya

Negara ini sudah mempunyai peradaban kuno pada tahun 6000 SM. Di masa tersebut, sejarah mencatat Mesir telah membentuk negara dengan kerajaan sebagai pusat pemerintahannya.

Mesir Hulu dan Hilir bersatu dan dipimpin oleh Raja Menes.

 

Nama Mesir sendiri berasal dari sebuah catatan tua dalam Akkadia yakni mi-is-ru, yang berhubungan dengan misru/misirru/misaru dengan arti “perbatasan” atau “kawasan pinggiran”.

 

Sekitar 3000 tahun pertama Mesir berada di bawah kepemimpinan Firaun, yang diantaranya terbagi menjadi 30 dinasti.

 

Secara definitif, Firaun

adalah sebutan untuk kepala negara sekaligus pemimpin agama masyarakat Mesir Kuno.

 

Kata Firaun berarti ‘Rumah Besar’ yang merujuk pada istana tempat tinggalnya.

Firaun biasanya laki-laki, meskipun seiring berjalannya waktu terdapat beberapa pemimpin wanita, seperti Hatshepsut dan Cleopatra.

 

Masyarakat Mesir Kuno menganggap para pemimpin mereka itu punya kemampuan menjadi perantara antara para dewa dengan manusia.

 

Tak hanya itu, negara yang asal suku Gurun Sahara ini terbagi menjadi 3 era peradaban. Era pertama disebut Old Kingdom, era kedua disebut Middle Kingdom dan terakhir adalah New Kingdom.

 

Pada era New Kingdom inilah Kerajaan Mesir Kuno mengalami kemerosotan yang signifikan.

 

Bangsa luar Mesir yakni orang-orang Romawi datang dan ingin menguasai wilayah Mesir. Di mana saat itu dipimpin oleh The Great Alexander, yang ingin menaklukan Arab dan Turki.

 

Kemudian, pada 645 Masehi kaum Muslim merebut kembali Mesir dan memulai kesultanan dengan kerajaan Islam setelahnya.

 

Kendati menjadi negara tertua, Mesir juga pernah mengalami beberapa kali penjajahan dari bangsa lain, hingga mengumumkan kemerdekaannya pada 28 Februari 1922.

 

Mesir yang sebagian besar wilayahnya terletak di Afrika Utara ini merupakan negara pertama di dunia yang mengakui Kedaulatan Indonesia pada 17 Agustus 1945.

 

Dengan luas wilayah sekitar 997.739 km² Mesir mencakup Semenanjung Sinai (dianggap sebagai bagian dari Asia Barat) sedangkan sebagian besar wilayahnya terletak di Afrika Utara, sehingga Mesir dikenal sebagai negara Lintas benua.

 

Mesir berbatasan dengan Libya di sebelah

barat, Sudan di selatan, jalur Gaza Palestina  dan

Israel di timur laut. Perbatasannya dengan perairan ialah melalui Laut Tengah di utara dan Laut Merah di timur.

 

Mayoritas penduduk Mesir menetap di pinggir Sungai Nil (sekitar 40.000 km²). Sebagian besar daratan merupakan bagian dari gurun Sahara yang jarang dihuni. Mayoritas penduduk negara Mesir menganut agama Islam

sementara sisanya menganut agama Kristen Kubti.

 

Kekuasaan di Mesir kini diatur dengan sistem

semipresidensial

multipartai. Secara teoritis, kekuasaan eksekutif dibagi

antara presiden dan perdana menteri namun dalam praktiknya kekuasaan terpusat pada presiden, yang selama ini dipilih dalam pemilu dengan kandidat tunggal. Mesir juga mengadakan pemilu parlemen multipartai.

 

Negara Mesir termasuk negara maju dengan perekonomiannya yang mengandalkan media, pertanian, ekspor minyak bumi, ekspor gas alam, dan sektor pariwisata. Bahkan para penduduk Mesir yang bekerja di luar negeri juga turut menyumbang pendapatan negara.

 

Pendapatan per kapita negara Mesir dapat mencapai US$12.100 per tahunnya. Sektor pertanian menjadi andalan utama bagi negara Mesir sebagai sumber pendapatan negara. Sumber daya alam lainnya yang juga diunggulkan oleh Mesir berasal dari sektor pertambangan.

 

Hasil tambang utama negara Mesir berupa bijih besi, mangan, seng, timbal, asbes, talk, dan gipsum. Minyak bumi, gas alam, fosfat, dan batu kapur menjadi sumber daya alam dengan nilai jual cukup tinggi.

 

Penyelesaian bendungan tinggi Aswan pada tahun 1970 dan resultan Danau Nasser telah menghasilkan tempat yang dihormati sepanjang masa dari Sungai Nil dalam pertanian dan ekologi negara Mesir.

 

Negara ini juga mengontrol Terusan Suez, yang membentuk hubungan laut antara Laut Tengah dengan Laut Merah, yang memungkinkan melakukan perjalanan ke Samudera Hindia.

 

Mesir merupakan negara Arab paling banyak penduduknya sekitar 74 juta orang. Hampir seluruh populasi terpusat di sepanjang Sungai Nil, terutama Iskandariyah dan Kairo, dan sepanjang Delta Nil dan dekat Terusan Suez.

 

Penduduk Mesir hampir homogen. Pengaruh

Mediterania (seperti Italia dan Yunani) dan Arab muncul di utara, dan ada beberapa penduduk asli hitam di selatan. Banyak teori telah diusulkan mengenai asal usul orang Mesir, namun tidak ada yang konklusif, dan yang paling banyak diterima adalah masyarakat Mesir merupakan campuran dari orang Afrika Timur dan Asia yang pindah ke lembah Nil setelah zaman es.

 

Bahasa Arab, yang diperkenalkan beserta agama Islam pada abad ke-7, mendominasi masyarakat Mesir sejak saat itu. Walau sudah mati, komunitas Kristen Kubti masih menggunakan bahasa Kubti sebagai bahasa liturgi, meskipun dalam sehari-hari mereka berbicara dalam bahasa Arab.

 

Sebagai bekas koloni Britania Raya, bahasa Inggris juga digunakan sebagai bahasa kedua, kebanyakan dalam bidang ekonomi dan oleh masyarakat terpelajar dan elit.

 

Agama memiliki peranan besar dalam kehidupan di Mesir. Secara tak resmi,

adzan yang dikumandangkan

lima kali sehari menjadi penentu berbagai kegiatan. Kairo juga dikenal dengan berbagai

menara masjid dan gereja.

 

Menurut konstitusi Mesir, semua perundang-undangan harus sesuai dengan

hukum Islam. Negara mengakui mazhab Hanafi

lewat Kementerian Agama. Imam dilatih di sekolah keahlian untuk imam dan di Universitas Al-Azhar, yang memiliki komite untuk memberikan fatwa

untuk masalah agama.

 

90% dari penduduk Mesir adalah penganut Islam, mayoritas Sunni dan sebagian juga menganut ajaran Sufi lokal. Sekitar 10% penduduk Mesir menganut agama Kristen; 78% dalam denominasi

Kubti (Kubti Ortodoks,

Katolik Kubti, dan Protestan Kubti).

 

Gereja Kristen Kubti memiliki keunikan dari denominasi Kristen lainnya, karena, seperti Kristen Asiria, mereka masih menggunakan bahasa kuno yang dulu mendominasi daerah mereka sebagai bahasa liturgi, dalam hal ini bahasa Mesir dalam bentuk Kubti.

 

Lebih dari 4.500 tahun telah berlalu sejak piramida pertama dibangun di Mesir. Total terdapat 100 piramida dan beberapa monumen kuno lainnya yang menjadi termegah di dunia.

 

Misalnya Piramid Giza, Kuil Karnak, Lembah Para Raja serta Kuil Ramses.

Di Luxor, sebuah kota di wilayah selatan terdapat kira-kira artefak kuno yang mencakup sekitar 65% artefak kuno di seluruh dunia.

 

Kini, Mesir diakui secara luas sebagai pusat budaya dan politikal utama di wilayah Arab dan Timur Tengah.

 

Piramida adalah sebuah keajaiban teknik arsitektur. Piramida terbesar adalah Piramida Giza, dibangun oleh Raja Khufu.

 

Tinggi piramida Giza itu mencapai 139 meter, terdiri dari lebih dari 2,3 juta batu bata yang masing-masing berbobot lebih beberapa ton.

 

Pada awalnya piramida itu terbungkus batu kapur putih cemerlang. Batu kapur itu memantulkan sinar matahari Gurun Sahara yang terik dan membuat terpana orang-orang yang menatap piramida.

 

Piramida menunjukkan beragam hal yang menakjubkan. Tak heran sulit dipercaya bahwa monumen kuno ini dibangun tanpa mesin modern.

 

Saat ini piramida di Giza terlihat seperti rumah yang dikelilingi pasir. Namun ketika pertama kali dibangun, gambar piramida ini terpantul ke Sungai Nil. Ketika itu, Nil diyakini masih mengalir dekat piramida Giza.

 

Ada fakta bahwa orang Mesir membangun kanal agar material batu berat yang mereka gali di tempat lain dapat secara mudah diangkut ke lokasi pembangunan piramida.

 

Piramida dapat diartikan sebagai kompleks yang terdiri dari sejumlah piramida kecil atau piramida satelit. Di kompleks ini terdapat jalan besar, kuil, dan tempat para pendeta menjalankan ritual para raja.

 

Adapun beberapa kota penting dan besar di Mesir diantaranya adalah El Qahira (Kairo), Al Arish, Al Bawiti, Abu Sunbul, El Mahalla el Kubra, El Minya, Al Fayyum, Suhaj, Tanta, Zagazig, Damanhur, Dumyat (Damietta), Al Ghardaqah, Al Jizah, Baranis, Baris, Benha, Bani Suwayf, Beni Suef, Bur Safajah, Bur Said (Port Said), Cairo, El Giza, El Iskandariya (Alexandria), Al Kharijah, Mut, Sharm ash Shaykh, Al Minya, Al Qusayr, Al Tur, Qina, Ra’s Gharib, Asyut, Elat, Helwan, Idfu, Baltim, El Suweis (Suez), Isma’ilia, Luxor, Marsa al ‘Alam, As Sallum, Aswan, Marsa Matruh, Shibin el Kom, Siwah, Sudr, Suez dan Zifta.

 

Ibu kota Mesir: Kairo

 

Benua: Afrika, Asia

 

Mata uang: Pound Mesir

 

Populasi: 109,3 juta (2021) Bank Dunia

 

Luas: 1,002 juta km²

 

Bahasa resmi: Arab

 

Pemerintah: Republik Demokratik

 

Lagu Kebangsaan: Beladi Beladi.

Baca berita kalselpos lainnya, silahkan download Aplikasi Kalselpos.com di play store

Pos terkait