Ketua DPR Amerika Serikat Tur ke Asia, China Mewanti-wanti Jika Kunjungi Taiwan

Ketua DPR Amerika Serikat, Nancy Pelosi.(ist)Antara(kalselpos.com)

kalselpos.com – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Amerika Serikat Nancy akan melakukan tur ke Asia mengunjungi
Singapura, Malaysia, Korea Selatan dan Jepang, mulai hari Minggu (31/7).

Dilansir kalselpos.com dari Antara, dalam tur Pelosi bersama delegasi yang dipimpinnya tersebut tidak menyebut Taiwan setelah laporan tentang kemungkinan perjalanannya ke pulau itu memicu protes dari China dengan mewanti-wanti bahwa militernya tidak akan diam saja jika Pelosi mengunjungi Taiwan.

Bacaan Lainnya

Pelosi mengatakan delegasi kongres yang dipimpinnya akan membahas keamanan, perdagangan, pandemi Covid-19, krisis iklim, hak asasi manusia, dan pemerintahan demokratis selama tur.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri China Zhao Lijian mengatakan bahwa akan “menjadi gangguan kasar dalam urusan dalam negeri China” jika Pelosi mengunjungi Taiwan.

Dia memperingatkan bahwa hal itu akan memicu “perkembangan dan konsekuensi yang sangat serius”.

“Kami ingin mengatakan kepada Amerika Serikat sekali lagi bahwa China tengah bersiap, Tentara Pembebasan Rakyat China tak akan duduk diam, dan China akan mengambil tindakan tegas dan tindakan balasan yang kuat untuk mempertahankan kedaulatan dan integritas teritorialnya,” kata Zhao dalam jumpa pers harian.

China memandang kunjungan pejabat AS ke Taiwan sebagai sinyal dukungan bagi kelompok pro kemerdekaan di pulau itu.

Washington tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Taiwan tetapi terikat oleh undang-undang AS yang membantu pulau itu untuk mempertahankan diri.

Kunjungan Pelosi – pejabat ketiga dalam jalur suksesi presiden AS dan pengkritik China sejak lama – dilakukan di tengah hubungan Washington-Beijing yang memburuk.

Ketua DPR AS terakhir yang mengunjungi Taiwan adalah Newt Gingrich dari Partai Republik pada 1997.

Dalam pembicaraan telepon Kamis lalu, Presiden China Xi Jinping memperingatkan Presiden AS Joe Biden bahwa Washington harus mematuhi prinsip Satu China dan “mereka yang bermain api akan terbakar”.

Biden menegaskan kepada Xi bahwa kebijakan AS atas Taiwan tidak berubah.

Dia juga mengatakan bahwa Washington sangat menentang upaya unilateral yang ingin mengubah status quo atau mengganggu perdamaian dan stabilitas di Teluk Taiwan.

Pemimpin Taiwan Su Tseng-chang pada Senin tidak secara langsung merespons saat ditanya apakah Pelosi akan datang berkunjung pada Kamis seperti dilaporkan media setempat.

Dia hanya mengatakan bahwa pihaknya selalu menyambut hangat tamu asing yang datang ke Taiwan.

Pada Senin Pelosi dan rombongan bertemu dengan Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong.

Mereka membahas berbagai isu, termasuk hubungan lintas selat, perang Ukraina dan perubahan iklim, kata Kementerian Luar Negeri Singapura.

“PM Lee menekankan pentingnya hubungan AS-China yang stabil demi perdamaian dan keamanan kawasan,” kata Kemlu Singapura.

Beijing tak pernah menyangkal akan menggunakan kekuatan untuk membawa Taiwan kembali ke pangkuan China.

Taipei menolak klaim kedaulatan China dan mengatakan hanya rakyat Taiwan yang dapat memutuskan masa depan pulau yang diperintah secara demokratis itu.

Kunjungan Pelosi ke Asia dilakukan pada waktu yang sensitif secara politis bagi pemimpin China dan AS.

Xi diperkirakan akan mengamankan masa jabatannya yang ketiga tahun ini dalam kongres lima tahunan Partai Komunis yang berkuasa.

Sementara di AS, Partai Demokrat Biden menghadapi pertentangan sengit untuk mempertahankan kendali di DPR dalam pemilihan tengah periode pada November.

Biden pada Rabu lalu mengatakan dia berpikir militer AS meyakini bahwa kunjungan Pelosi ke Taiwan “bukanlah gagasan bagus saat ini”.

Sport.kalselpos.com

Berita lainnya Instal Aplikasi Kalselpos.com

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.