Satu Orang Korban LCT Anugrah Indasah Ditemukan

Suwarto, Kordinator Lapangan Tim SAR gabungan.(ist)AhmadFauzie/ rel(kalselpos.com)

Pelaihari, kalselpos.com – Satu dari enam ABK yang hilang dari Kapal Landing Craft Tank (LCT) Anugerah Indasah yang terbalik di perairan Sanipah dan Tanjung Selatan, Kabupaten Tanah Laut, Kamis (23/6) malam, ditemukan. Namun kondisinya sudah dalam keadaan tak bernyawa.

 

Bacaan Lainnya

 

Jenazah ditemukan Ahad (26/6) sekitar pukul 12:29 Wita. Berawal dari informasi nelayan yang kebetulan mencari ikan di sekitar Tanjung Selatan dan Pantai Batakan, mengapung sekitar 15 mil dari Pantai Batakan atau pada kordinat -4.12235 bujur timur 114.4639 Lintang Selatan.

Mayat kemudian diambil tim SAR Gabungan dan langsung dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Hadji Boejasin Pelaihari Tanah Laut Kalimantan Selatan.

Dengan penemuan satu ABK ini, tinggal 5 ABK yang masih dalam pencarian. Sebelumnya, 5 dari 11 ABK ditemukan dalam kondisi selamat pada Jumat (24/6) siang atau beberapa jam setelah LCT yang mereka awaki terbalik.

ABK selamat ini ditolong Kapal , MT Ferry XII, dibawa ke Pelabuhan Indonesia Bulk Terminal (IBT) di Mekar Putih, Kabupaten Kotabaru.

Mereka kemudian diserahkan MT Ferry XII kepada KSOP Batulicin. Kelimanya sempat menjalani cek kesehatan, sebelum diserahkan kepada perwakilan agen kapal.

Menurut kelima ABK yang selamat, LCT Anugerah Indasah terbalik akibat terjangan ombak besar saat memasuki perairan Tanjung Selatan.

Mereka sempat terkatung-katung di laut sebelum ditemukan kapal penolong. Mereka ditemukan sekitar 5 mil dari Muara Sanipah, Desa Kandangan Lama, Kecamatan Panyipatan.

Sementara, Tim SAR gabungan terdiri dari Basarnas Banjarmasin, Ditpolairud Polda Kalsel, Satpolairud Polres Tala, Polsek Panyipatan, BPBD Tala, Pos Lanal Batakan, Pos Ramil Panyipatan, PMI dan PSC 119 Tala yang sudah stanby di Pantai Batakan Baru, sejak Jumat masih terkendala ombak besar dan angin kencang untuk melakukan pencarian.

Menurut Suwarto, Kordinator Lapangan Tim SAR gabungan, untuk melanjutkan pencarian pada siang hari sudah tidak memungkinkan lagi, karena cuaca ekstrem.

“Siang hari cuaca berubah di Perairan Tanjung Selatan. Saat ini angin kencang dan ombak besar sedang terjadi di perairan Muara Sanipah, tempat kapal ditemukan terbalik,” katanya.

Iptu Sutarman, Kanit 1 Binmasir/Potdirga Ditpolairud Polda Kalsel, membenarkan tidak mungkin melanjutkan pencarian, akibat perubahan cuaca di pesisir Sanipah dan Sabuhur.

“Kita berhenti melakukan pencarian sambil menunggu perwakilan agen kapal yang akan datang ke Pantai Batakan,” ujar Sutarman.

Berita lainnya Instal Aplikasi Kalselpos.com

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.