Dua mantan Pimpinan cabang PT Pos di Kotabaru divonis 7,5 tahun dan 4,5 tahun Penjara

//istimewa DIVONIS BERSALAH - Majelis hakim Pengadilan Tipikor Banjarmasin yang diketuai, Jamser Simanjuntak saat membacakan vonis di hadapan kedua terdakwa yang hadir secara virtual di ruang sidang, Rabu (11/5/2022) petang.s.a lingga(kalselpos.com)

Banjarmasin, kalselpos.com – Terbukti korupsi menikmati uang negara untuk kepentingan pribadi dan memperkaya diri sendiri, dua terdakwa perkara korupsi mantan pimpinan di PT Pos Indonesia di Kotabaru, Kalsel, akhirnya divonis bersalah.

Tak salah jika, majelis hakim Pengadilan Tipikor Banjarmasin yang diketuai, Jamser Simanjuntak, di hadapan kedua terdakwa yang hadir secara virtual di ruang sidang, Rabu (11/5/2022) petang, menjatuhkan vonis cukup tinggi.

Bacaan Lainnya

Terdakwa Didi Ansari yang mantan Kepala PT Pos Indonesia Cabang Pantai divonis pidana penjara 7,5 tahun penjara serta denda sebesar Rp300 juta, yang jika tidak dibayarkan diganti dengan hukuman penjara selama 4 bulan.

Selain itu, terdakwa juga dihukum membayar uang pengganti kerugian negara Rp2,9 miliar lebih, dan jika tidak dibayar dalam waktu sebulan setelah putusan berkekuatan hukum tetap, maka harta benda terdakwa disita Jaksa.

Apabila harta benda yang dimiliki tidak mencukupi untuk membayar uang pengganti, maka akan dipidana penjara selama 3 tahun.

Sedangkan terdakwa Sapriadi yang mantan Kepala PT Pos Indonesia Cabang Tanjung Batu, divonis penjara selama 4,5 tahun serta denda Rp200 juta subsidair pidana penjara selama 4 bulan.

Selain itu, terdakwa juga dihukum membayar uang pengganti kerugian sebesar Rp585 juta lebih, yang jika tidak dibayar dalam waktu sebulan setelah putusan berkekuatan hukum tetap, maka harta benda terdakwa disita Jaksa.

Jika harta bendanya tak mencukupi juga, maka diganti dengan hukuman penjara selama 1 tahun dan sepuluh bulan.

 

Dalam pertimbangannya, majelis hakim menyertakan unsur memberatkan, yakni selain kedua terdakwa tidak mendukung program pemerintah dalam pemberantasan korupsi, tapi juga menyebabkan rusaknya kepercayaan masyarakat terhadap PT Pos Indonesia.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.