BPKP ‘soroti’ banyaknya Truk tambang dan Perkebunan lintasi Jalan Negara

[]istimewa MONITORING - Pihak BPKP Kalsel saat melakukan monitoring di Ruas/Link 10 (Sebamban-Pagatan), Desa Pulau Salak STA 25+850. s.a lingga(kalselpos.com)

Banjarmasin, kalselpos.com – Sorotan masyarakat atas kerusakan Jalan Nasional di Desa Pulau Salak, Kecamatan Kusan Hilir, Kabupaten Tanah Bumbu (Tanbu), menjadi perhatian khusus Kepala Perwakilan BPKP Kalsel, Rudy M Harahap.

Proyek yang dikeluhkan masyarakat tersebut merupakan bagian dari proyek yang dilaksanakan oleh Kementerian PUPR melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Kalsel, yaitu pekerjaan Preservasi Jalan Kp Asam-Asam – Kintap – Sebamban – Pagatan – Batulicin, di Kabupaten Tanah Laut dan Kabupaten Tanah Bumbu sepanjang 148 Km.

Bacaan Lainnya

Proyek dengan nilai Rp172 miliar, ini menggunakan sumber dana Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) dan merupakan pekerjaan multiyears berdurasi kurang lebih 25 bulan, sejak Juli 2021 sampai Agustus 2023 mendatang, dengan kontraktor pelaksana KSO PT Adhi Karya dan PT Kanca Mulia Jaya Group.

Proyek ini adalah penanganan jalan berupa pencegahan, perawatan, dan perbaikan, yang diperlukan untuk mempertahankan kondisi jalan agar tetap berfungsi secara optimal melayani lalu lintas, sehingga umur jalan yang ditetapkan dapat tercapai.

Proyek pada prinsipnya menambal lobang (patching) untuk kemudian dilapisi aspal 1 sampai 3 lapis, termasuk melakukan rekonstruksi dan pelebaran jalan, pada segmen tertentu yang diperlukan.

Sub lingkup pekerjaan proyek untuk segmen efektif adalah Pemeliharaan Rutin Preventif (target 7,1 Km, terdiri dari 19 segmen), Rehabilitasi Minor Jalan (0,30 Km, 2 segmen), Rehabilitasi Mayor Jalan (0,1 Km, 1 segmen), Pelebaran Jalan Menuju Standar (21,58 Km, 35 segmen), Rekonstruksi Jalan (5,3 Km, 24 segmen), Penanganan Dranise (3,45 Km).

Untuk segmen non efektif adalah Pemeliharaan Rutin Jalan dan Pemeliharaan Rutin Kondisi Jalan/patching sepanjang 148 Km. Selain itu, Pemeliharaan Rutin Jembatan (2,15 Km) dan Rehabilitasi Jembatan (0,5 Km).

Menurut BPJN, setelah 6 bulan pengerjaannya, capaian proyek adalah Pemeliharaan Rutin Jalan dan Pemeliharaan Rutin Kondisi Jalan/patching telah diselesaikan di tahun 2021, Pemeliharaan Rutin Preventif mencapai 4,22 Km, Pelebaran Jalan Menuju Standar 10,59 Km, Rekonstruksi Jalan 3,14 Km, Penanganan Dranise 1,05 Km, Pemeliharaan Rutin Jembatan 2,15 Km, dan Rehabilitasi Jembatan 0,044 Km.

Pos terkait