Polres HSS Tetapkan SA jadi Tersangka Kasus Pencabulan di Angkinang

  • Whatsapp
Ilustrasi.(net)(kalselpos.com)

Kandangan,kalselpos.com– Polres Hulu Sungai Selatan (HSS) menetapkan SA (45) sebagai tersangka pelaku tindak pidana pencabulan terhadap anak dibawah umur, di Kecamatan Angkinang Kabupaten HSS, Jamat (14/1).

Kapolres HSS AKBP Sugeng Priyanto melalu Kasi Humas Polres HSS, Iptu Purwadi mengatakan, SA ditetapkan sebagai tersangka setelah diperiksa sebagai saksi pada, Senin (10/1), yang dilaksanakan gelar penetapan tersangka dan telah memenuhi dua alat bukti untuk ditetapkan sebagai tersangka.

Bacaan Lainnya

“Setelah ditetapkan sebagai tersangka, kemudian dilakukan penangkapan dengan aman terkendali,” ujarnya.

Dijelaskannya, pada November 2021 pukul 14.00 WITA telah terjadi tindak pidana pencabulan terhadap anak di Kecamatan Angkinang, Kabupaten HSS dengan modus berkedok agama.

Awalanya anak di ruqyah SA setelah proses ruqyah selesai, lalu diajak mandi lalu anakpun berdiri dan menuju kamar mandi dan SA memberikan sarung (tapih) basah untuk mandi.

Kemudian anak tersebut masuk ke dalam kamar mandi dan melepas semua pakaian yang di kenakan dan menggantinya dengan sarung yang telah di sediakan.

Setelah selesai anak membuka pintu kamar mandi dan berkata “sudah beganti” dan SA masuk ke dalam kamar mandi dan menyuruh anak untuk duduk.

Nah, saat itulah anak melihat SA membawa telepon genggam di tangannya, dan saat anak duduk SA berkata tangan dilurusakan, mata ditutup, dan anak mengikuti instruksi dengan posisi anak menghadap SA

Setelah itu, anak disuruh mengucapkan niat didalam hati, lalu SA berkata amun bebuka mata, beasa pulang mandi (kalua membuka mata mandinya di ulang), dan SA menyiram air ke badan anak menggunakan gayung sebanyak tiga.

Lalu, SA memegang sarung yang anak kenakan tersebut tepat di bagian dada dan membuka ikatan sarung dan jatuh sampai ke pinggang, sehingga bagian dada, payudara dan punggung anak tanpa busana.

“Anak tersebut terkejut dan merasa malu, sehingga anak merapatkan kedua lengannya dengan niat agar payudaranya tidak terbuka dan terlihat SA,” bebernya.

Namun, SA kembali menyiram badan anak dari atas kepala sambil berkata digosok-gosok dan anak menggosok bagian dada dan lengan menggunakan tangan kanan sambil menutupi payudaranya.

Setelah anak selesai menggosok-gosok anak kembali merapatkan lengannya dengan maksud menutupi payudaranya, namun SA berkata buka sambil tangan membuka lengan anak, sehingga payudara anak terbuka.

Selanjutnya, SA menggosok dada anak serta bagian payudara sebelah kanan dan kiri, sampai ke bawah ketiak kanan dan kiri, sontak anak terkejut namun tidak kuasa untuk melawan.

Setelah itu, SA kembali menyiram badan anak sambil tanganya menutup mata anak, dan menyiram air beberapa kali ke badan anak.

“Setelah selesai SA berkata sudah bersih, lalu anak membuka mata dan langsung menaikkan kain sarung keatas dada, dan keluar dari kamar mandi sementara anak berganti pakaian. Atas peristiwa tersebut anak merasa malu dan takut, selanjutnya berpamitan pulang,” jelasnya.

Tersangka dijerat Pasal 82 Ayat (1) Jo Pasal 76E Undang Undang Nomor 35 Tahun 2014, tentang perubahan Undang-Undang Nomor 23 tahun 2002, tentang Perlindungan Anak Jo Undang – undang Republik Indonesia Nomor 17 tahun 2016, tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti undang-undang nomor 1 tahun 2016, tentang perubahan kedua atas undang-undang Republik Indonesia Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak Menjadi Undang-undang.

Berita lainnya Instal Aplikasi Kalselpos.com

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.