PT TCT tuding berhentinya operasional batubara PT AGM bukan akibat penutupan Hauling

  • Whatsapp
[]istimewa SURAT KE DIRJEN - Surat PT TCT yang dikirim ke Dirjen Minerba Kementerian ESDM RI.hafidz(kalselpos.com)

Banjarmasin, kalselpos.com – PT Tapin Coal Terminal (TCT) akhirnya menanggapi desakan Kementerian ESDM agar segera membuka jalan hauling 101.

TCT menjelaskan penyebab berhentinya operasional batubara PT Antang Gunung Meratus (AGM) bukan akibat penutupan hauling.

Bacaan Lainnya

Menurut Direktur PT TCT, Markus A Wibisono, tanah yang menjadi sengketa bukan satu-satunya akses PT AGM melakukan operasional batubara.

“Banyak akses jalan menuju pelabuhan yang dapat digunakan PT AGM untuk memenuhi tanggungjawab,” katanya, sebagaimana dilansir dalam surat resmi TCT, Senin (10/1) siang.

Tanggungjawab yang dimaksud yakni memenuhi pasokan batubara ke PLN.

PT AGM adalah perusahaan tambang pemegang izin Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B) di Kalsel.

Wibisono lantas menyebut berhentinya operasional batubara tersebut merupakan keputusan PT AGM sendiri.

“Tidak dapat disangkut- pautkan dengan permasalahan tanah yang selama ini digunakan PT AGM tanpa adanya persetujuan PT TCT,” ucapnya.

PT TCT juga mengklaim penutupan hauling 101 merupakan upaya pihaknya dalam melindungi hak milik tanah mereka.

Selama 10 tahun, PT AGM menggunakan tanah tersebut sebagai akses operasional batubara tanpa hak.

“Atas dasar itu, mohon kiranya Bapak Dirjen (Minerba) dapat memahami posisi PT TCT yang sedang mempertahankan hak tanah dan masih berlangsungnya proses hukum baik pidana maupun perdata,” ujarnya.

Lebih jauh, agar pasokan batubara PLN tetap aman, PT TCT dengan Dirjen Minerba Kementerian ESDM sudah menggelar pertemuan, pada 5 Januari lalu.

Dari pertemuan tersebut, Wibisono menyebut ada kesepakatan, pihaknya akan memberikan harga khusus untuk penggunaan jasa loading batubara di Pelabuhan TCT.

Nilainya sebesar Rp16 ribu per metrik ton di luar pajak kepada PT AGM untuk mengangkut batubara sebanyak 500 ribu ton agar kepentingan negara memenuhi pasokan pembangkit dapat terpenuhi.

“Untuk penggunaan fasilitas PT TCT dengan harga khusus, ini akan kami laporkan secara berkala kepada Dirjen Minerba Kementerian ESDM,” tutup Wibisono dalam suratnya.

Berita lainnya Instal Aplikasi Kalselpos.com

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.