Kajari sampaikan pertanggungjawaban kinerja kepada masyarakat

Kajari Batola, Eben Neser Silalahi saat memaparkan pres release kepada insan pers.(mul)(kalselpos.com)

Marabahan,kalselpos.com – Penilaian masyarakat terhadap pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) masih dinilai belum baik.

Atas penilaian itulah Kejaksaan Negeri Barito Kuala (Kejari Batola) melakukan press release kinerja Kejari Batola Tahun 2021 di ruang aula Kantor Kejari pada Kamis (30/12/2021).

Bacaan Lainnya

“Siaran pers ini kami lakukan sebagai pertanggung jawaban Kejari Batola kepada masyarakat,” ungkap Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Batola, Eben Neser Silalahi dihadapan Insan Pers.

Kajari menguraikan, yakni
Bidang Pidana Umum
Jumlah SPDP (227)
Jumlah TAHAP I (198)
Jumlah P-21 (193)
Jumlah TAHAP II (198)
Jumlah EKSEKUSI (164)

Bidang PB3R (Pengelolaan Barang Bukti dan Barang Rampasan)
Pemeliharaan Barang Bukti telah dilakukan pemeliharaan barang bukti selama 1 tahun sebanyak 75 barang bukti bernilai ekonomis, yaitu kendaraan bermotor, sepeda dan perangkat komputer).

Sedangkan penyelesaian Barang Bukti /Barang rampasan telah dilakukan penjualan langsung selama 1 tahun sebanyak 2 kali yaitu di tanggal pada 4 Mei 2021 dan pada tanggal 21 Oktober 2021.

Dari kegiatan tersebut bidang PB3R telah menyetorkan kepada negara melalui bendahara penerimaan sebanyak Rp 53.580.000,- (lima puluh tiga juta lima ratus delapan puluh ribu rupiah).

Lebih lanjut, Eben membeberkan, pemusnahan Barang Bukti / Barang Rampasan telah dilakukan pemusnahan sebanyak 1 kali pada tanggal 24 Maret 2021 berupa barang-barang yang dirampas untuk dimusnahkan sebagaimana dalam putusan Pengadilan Negeri yang telah in kracht yaitu, Narkotika jenis sabu sebanyak 82,53 gram,
Narkotika jenis psikotropika sebanyak 1.092 butir;
Handphone sebanyak 24 buah,
senjata tajam sebanyak 11 buah, obat-obatan sebanyak 632 botol obat keras dan 50.280 butir obat keras,
minuman keras (miras) sebanyak 112 botol.

Kemudian, uang rampasan berdasarkan putusan Pengadilan Negeri yang telah berkekuatan hukum tetap dari perkara Narkotika dan perkara lainnya, uang rampasan telah disetorkan kepada negara melalui bendahara penerimaan sebanyak Rp. 11.110.000.

Bidang Intelijen
presentase penyerapan anggaran bidang Intelijen 95,26 % pencegahan dan oencekalan WNI Maupun WNA 2 orang
Pengawasan Aliran Kepercayaan Masyarakat dan Aliran Keagamaan 1 Aliran
Penelusuran Asset (asset tracing) Perkara Pidana 2 Kegiatan LID yang ditingkatkan ke PIDSUS 2.

Pos terkait