Jaksa Agung ‘tarik’ tuntutan Kejari Karawang, terdakwa Valencya dinyatakan tak Terbukti bersalah

  • Whatsapp
[]puspenkum kejagung DITUNTUT BEBAS - Valencya alias Nengsy saat mendengarkan tuntutan jaksa , yang menyatakan dirinya tidak terbukti bersalah, Selasa (23/11/21) petang. (kalselpos.com)

Jakarta, kalselpos.com – Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum, Selasa (23/11/21) kemarin,
membacakan Replik atas pembelaan terdakwa, Valencya alias Nengsy dan penasihat hukumnya, di Pengadilan Negeri (PN) Kelas 1B Karawang.

Hadir dalam sidang Replik, selain terdakwa, Valencya alias Nengsy juga dihadiri
Jaksa Senior pada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum, sebagaimana telah diterbitkannya Surat Perintah Penunjukan JPU untuk menyelesaikan Perkara Tindak Pidana (P-16/A) yang ditandatangani oleh Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Karawang, tanggal 22 November 2021.

Bacaan Lainnya

Sebagaimana rilis yang diterima kalselpos.com dari Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung RI, Leonard Eben Ezer Simanjuntak SH MH, Selasa petang, disebutkan, berdasarkan hasil temuan eksaminasi khusus, maka penanganan perkara atas terdakwa Valencya alias Nengsy dikendalikan langsung oleh Kejagung yaitu Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum, karena perkara ini telah menarik perhatian masyarakat dan Pimpinan Kejagung dalam hal ini Jaksa Agung RI.

Pengendalian perkara atas nama terdakwa Valencya alias Nengsy oleh Kejagung merupakan kewenangan Jaksa Agung RI, sebagai Penuntut Umum tertinggi dan penanggungjawab tertinggi, yang mengendalikan pelaksaanaan tugas dan kewenangan Kejaksaan.

Penuntut Umum dalam Repliknya telah menguraikan fakta-fakta yang didapatkan dari keterangan saksi, saksi a de charge, ahli, barang bukti, petunjuk dan keterangan terdakwa, kemudian tuntutan pidana yang diajukan penuntut umum pada tanggal 11 November 2021 maupun pembelaan yang diajukan terdakwa dan penasihat hukum pada tanggal 18 November 2021, maka mengacu pada pasal 8 ayat (3) UU Nomor 16 Tahun 2004 demi keadilan dan kebenaran berdasarkan Ketuhanan yang Maha Esa, Jaksa Agung Republik Indonesia selaku penuntut umum tertinggi, menarik tuntutan Penuntut Umum yang telah dibacakan pada Kamis, 11 November 2021 terhadap diri terdakwa Valencya alias Nengsy.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.