WALHI tuding Banjir di Tanbu tak lepas dari Tambang Batubara

[]istimewa BANJIR DI TANBU - Banjir di salah satu desa di Kecamatan Angsana, Kabupaten Tanbu, saat warga dievakuasi oleh tim SAR Gabungan, belum lama tadi. (Kristiawan).(kalselpos.com)

Batulicin,kalselpos.com – Bencana banjir yang terjadi di Kalsel, beberapa bulan lalu, termasuk yang terjadi di Kabupaten Tanah Bumbu (Tanbu), tak lepas dari aktivitas tambang batubara di Banua.

Khusus banjir yang merendam beberapa desa di Kecamatan Satui dan Kecamatan Angsana, Tanbu, sepekan lalu, juga tak lepas dari kerusakan lingkungan dan alih fungsi kawasan hutan.

Bacaan Lainnya

Selain itu, tambang batubara pun dituding menjadi salah satu bagian dari penyebabnya.

Hal itu disampaikan Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup (WALHI) Kalsel, Kisworo Dwi Cahyo, kepada kalselpos.com, Minggu (29/8) malam.

Pemerintah baik Pusat, provinsi maupun di kabupaten, perlu melakukan audit dan evaluasi semua praktik pertambangan, baik tambang legal atau ilegal.

Kemudian, jerat hukum sampai dengan tahap pencabutan ijinnya, juga bagi yang legal yang terindikasi telah menyalahi aturan.

“Terlebih yang ilegal, yang jelas – jelas merusak lingkungan,” ungkap Kisworo.

Momentum banjir di Kalsel secara umum dan Tanbu khususnya, sudah seharusnya dijadikan acuan bagi pemerintah dan penegak hukum.

Harus serius dan hasilnya harus dipublikasikan, termasuk nama perusahaan dan siapa pemiliknya, berikut apa status hukumnya. Itu dilakukan sebagai efek jera, tegasnya.

“Sebab kerusakan lingkungan itu, bukan hanya generasi kita yang mersakannya, tapi sampai ke anak cucu atau kepada lintas generasi berikutnya,” tandasnya.

(Aplikasi Kalselpos.com)

Pos terkait