Teknologi iradiasi nuklir jadikan bahan makanan jadi awet dan higienis

Perbandingan umbi yang diiradiasi (kiri) dengan yang tidak.(ist)(kalselpos.com)

kalselpos.com – Pengusaha dari kalangan industri pangan diajak memanfaatkan teknologi iradiasi nuklir yang dapat membantu mematikan mikroorganisme penyebab pembusukan bahan pangan.

Ketua Asosiasi Modal Ventura untuk Startup Indonesia (Amvesindo) Jefri Sirait dalam siaran pers di Jakarta, Kamis (26/8) mengatakan tidak hanya masalah keawetan saja, tapi dengan proses iradiasi bahan makanan juga bisa terbebas dari jamur dan mikroba berbahaya lainnya.

Bacaan Lainnya

Ia mengemukakan bahwa salah satu permasalahan utama dalam industri pangan di Indonesia saat ini adalah pembusukan hasil pangan seperti buah dan sayuran, yang diakibatkan oleh perubahan iklim atau suhu saat dilakukan distribusi antar provinsi atau pulau. Hal ini kemudian berdampak pada hasil pangan yang ditolak saat sampai pada negara tujuan ekspor.

Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan), lanjutnya, hadir dengan teknologi iradiasi pangan yang memanfaatkan teknik penyesuaian tenaga nuklir agar membantu mematikan mikroorganisme penyebab pembusukan pada bahan pangan dan tidak mempengaruhi kualitas produk.

Melalui iradiasi, ujar dia, komoditas pangan seperti sayuran, buah-buahan, hingga olahan lainnya akan menjadi lebih awet dan higienis.

“Hal ini akan sangat berguna karena dalam bisnis pangan, keawetan pangan dan higienitas masih menjadi isu, terutama ketika harus melewati pengiriman antar kota serta provinsi. Tantangan utamanya terletak pada pengiriman ekspor ke luar negeri, di mana pasar ekspor komoditas pangan nasional sedang mengalami peningkatan tren,” paparnya.

Apalagi, Jefri mengingatkan bahwa pada masa pandemi kesadaran masyarakat akan konsumsi makanan sehat meningkat sangat pesat yang berdampak juga pada tren gaya hidup sehat.

Ia mengungkapkan, iradiasi pangan sudah lebih dahulu menjadi tren di belahan dunia lain seperti Amerika Serikat. Diketahui teknologi iradiasi pangan juga sudah mendapat dukungan lebih dari 60 negara.

(Aplikasi Kalselpos.com)

Pos terkait