Dua Pelaku Pembunuhan Perawat RSD Idaman Sudah Dibekuk, Satu Pelaku Lainnya Masih Diburu

  • Whatsapp
M. Roni alias Tole dan Abdul Majid alias Andi pelaku pembunuhan perawat RSD Idaman.(ist)(kalselpos.com)

Banjarbaru, kalselpos.com –Pihak kepolisian berhasil menangkan dua orang dari tiga pelaku pembunuhan perawat RSD Idaman Banjarbaru, Rundy Irama (26) pada Kamis, (5/8) sekitar pukul 03.30.

Penangkapan dilakukan Tim Gabungan Unit Opsnal Jatanras (Macan Kalsel), Ditreskrimum Polda Kalsel, Unit Resmob Polres Banjarbaru, unit Resmob Polres Banjar dan unit Reskrim Polsek Banjarbaru Barat.

Bacaan Lainnya

Hal tersebut seperti yang disampaikan oleh
Kasubag Humas AKP Tajudin Noor kepada Kamis (5/8) tadi.

“Tim yang dipimpin Panit 1 unit 2 subdit 3 AKP Endris Ary D dan Kasat Reskrim Polres Banjarbaru Iptu Martinus Ginting telah berhasil mengamankan 2 orang pelaku Pembunuhan sebagaimana dimaksud,” ujar.

Disampaikannya, saat ini pihak kepolisian masih melakukan pengejaran terhadap salah satu pelaku lainnya.

“Dua pelaku yakni M. Roni alias Tole dan Abdul Majid alias Andi sudah kita tangkap sementara satu pelaku lainnya masih buron,”katanya.

Disampaikannya, sementara itu motif pembunuhan yang dilakukan para pelaku karena ingin karena tergiur saldo m-banking korban.

“Sebelumnya pelaku Roni sudah mengenal korban yang mana awal mulanya pelaku pernah bekerja di toko alat alat dekorasi di Pasar Martapura,”katanya.

Ditambahkannya, korban disebut pernah membeli alat dekor di tempatnya bekerja kemudian mengantarkan alat-alat dekor tersebut ke rumah korban.

Para pelaku beraksi dengan modus berpura-pura mengadakan acara dan meminta untuk didekorkan oleh korban. Kemudian mereka datang ke rumah korban beralasan membayar uang muka atau DP.

“Keduanya merupakan pelaku TP curas [pencurian dengan kekerasan] terhadap korban Rundy. Dalam melakukan aksinya pelaku yang berjumlah tiga orang dan satunya bernama Nahdi, masih dilakukan pencarian,” jelasnya.

Setelah itu para pelaku kemudian meminta kepada korban untuk diambilkan asbak untuk merokok. Lalu Saat korban menuju dapur barulah aksi kejinya dilakukan.

“Mereka berupaya untuk mengambil harta benda milik korban karena tergiur melihat saldo rekening milik korban melalui aplikasi E-Banking di Handphone milik korban,” sambung Tajudin.

Dikarenakan antara pelaku sudah saling mengenal sehingga korban tidak merasa curiga ketika ketiga orang pelaku datang ke rumah korban.

“Para pelaku kemudian meminta kepada korban untuk diambilkan asbak untuk merokok. Saat korban menuju dapur pelaku Roni dan Abdul langsung mengikuti korban menuju dapur sedangkan Nahdi menunggu di ruang tamu untuk memantau kondisi di sekitar rumah korban,” ceritanya.

Saat di dapur, Abdul langsung mendorong korban ke dalam kamar mandi karena korban melakukan perlawanan.

Lalu Roni yang berada tak jauh langsung menusuk korban menggunakan pisau yang telah dibawa dari rumahnya di bagian dada sebelah kiri dan di bagian leher sebanyak dua kali.

Akibat tusukan tersebut korban meninggal di tempat kejadian. Kemudian ketiga pelaku langsung pergi membawa laptop dan Iphone korban.

(Aplikasi Kalselpos.com)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.