Bupati bantu pengobatan warganya retak tulang tengkorak

  • Whatsapp
Bupati Hj Noormiliyani saat menyerahkan bantuan uang kepada adik korban kecelakaan retak tengkorak.(ist)

Marabahan, kalselpos.com – Peristiwa kecelakaan tunggal yang mengakibatkan Herman alias Fila (37) warga Kabupaten Barito Kuala (Batola) tak sadarkan diri lantaran terbentur di bagian tulang dahi yang mengakibatkan retak tengkorak.

Mendapat kabar musibah yang menimpa warganya, Bupati Batola Hj Noormiliyani AS langsung memberikan bantuan untuk biaya pengobatan melalui dana Yayasan Dompet Sedekah Peduli Batola sebesar
Rp10 juta untuk meringankan biaya pengobatan, mengingat lelaki yang beralamat di Jalan Panglima Wangkang No 10 RT 9 Marabahan, Batola ini tergolong tidak mampu.

Bacaan Lainnya

Bantuan uang sebesar Rp10 juta tersebut diserahkan bupati di kediaman adik korban Al-Bismi Yurianto Akbar (34), (10/05/2021).

“Saya berharap melalui bantuan yang diberikan dapat meringankan biaya pengobatan korban,”ucap mantan Ketua DPRD Provinsi Kalsel itu saat menyerahkan bantuan kepada keluarga korban.

Bupati mengungkapkan, bantuan yang disumbangkan kepada Fila ini bersumber dari donasi para ASN dan pejabat yang ada di lingkungan Pemkab Batola, mulai dari pimpinan hingga staf termasuk dari Tim Penggerak PKK.

Setelah menerima bantuan dari bupati, adik korban bernama Al-Bismi Yurianto Akbar menceritakan kakaknya Fila mengalami kecelakaan pada Minggu (09/05/2021) sekitar pukul 02.00 dini hari sepulang dari mengunjungi anaknya yang berada di Jl AES Nasution di kawasan SKB Marabahan.

Pada saat melintas di Jalan Gawi Sabumi, entah mengapa kendaraan roda dua yang dikendari kakaknya terpeleset dan terjatuh hingga menyebabkan kepala bagian depan (dahi) membentur suatu benda hingga retak dan tak sadarkan diri.

Beruntung saat kecelakaan berlangsung ada warga yang menyaksikan kejadian. “Malam itu juga korban dibawa ke RSUD H Abdul Aziz Marabahan,”kata Bismi

Karena luka yang dialami tergolong parah, maka Fila dirujuk ke RSUD Ulin Banjarmasin. “Saat ini kakak saya masih dirawat di ruang ICU dan belum sadarkan diri,”ungkapnya.

Al-Bismi mengaku sempat kebingungan untuk memikirkan biaya pengobatan yang dialami sang kakak luka cukup parah dan memerlukan operasi, sementara uang persediaan tidak ada.

“Dengan adanya bantuan ini, saya merasa lega, karena uang bantuan dari bupati bisa digunakan untuk keperluan pengobatan,”ucap Bismi sembari menyebut biaya operasi nampaknya masih membutuhkan dana yang lebih besar lagi.

kalselpos.com: Berita Terkini Kabar Terbaru Hari ini Banjarmasin Kalimantan Selatan dan Nasional

Download aplikasi kalselpos.com versi android  kami di Play Store : Aplikasi Kalselpos.com

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.