Tangkal Berita Hoax, Balai Bahasa Provinsi Kalsel Gelar DKT

  • Whatsapp
DISKUSI- Balai Bahasa Provinsi KalimantanSelatan‎ Diskusi Kelompok Terpumpun (DKT) resolusi konflik kebahasaan dimasyarakat‎.(Sofan)

Kandangan,kalselpos.com– Menangkal berita hoax agar tidak menimbulkan permasalahan hukum dan permasalahan lainnya yang memanfaatkandunia maya, Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Selatan(Kalsel)‎ Diskusi Kelompok Terpumpun (DKT) resolusi konflik kebahasaan di masyarakat, Selasa (4/5/2021) di Aula Rakat Mufakat‎.

 

Bacaan Lainnya

DKT dibuka ‎AsistenPemerintah dan Kesejahteraan Masyarakat Setda Kabupaten HSS, Efran Kasubag TU, Balai ‎Bahasa Provinsi Kalsel, MangaraSiagian, mengatakan Balai Bahasa Provinsi Kalsel UPT Pusat di daerah dibawah pengembangan dan pembinaan bahasa Kementerian Pendidikan dan kebudayaan,yang salah satu tugasnya pengembangan bahasa dan kesastraan di daerah.

“Terima kasih kepada pemerintah yang telah mendukung kegiatan kami untukmelaksanakan DKT di Kabupaten HSS,”‎ ujarnya.

Asisten Pemerintah dan Kesejahteraan Masyarakat SetdaKabupaten HSS, Efran, dalam sambutan Sekda Muhammad Noor, mengatakan bahwakonflik kebahasaan memang kerap terjadi di masa sekarang, khususnya di mediasosial yang sampai ke ranah hukum.

 

Menurutnya, hal itu terjadi karena cepatnyapembangunan dan pesatnya perkembangan teknologi yang tidak diiringi dengankematangan berpikir dan kebijakan bermedia sosial‎.

“Akibatnya bisa menimbulkan berita hoax yang merugikan orang. Saya harap dengan kegiatan DKTbisa bermanfaat untuk menghindari berita-berita hoax,” ujarnya.‎

Kasat Reskrim Polres HSS, AKP Madnor, mengatakan dalampenanganan UU ITE di Kabupaten HSS selama dua tahun ada dua kasus, pada 2019yakni manipulasi dokumen elektronik agar dianggap seolah-olah data asli/otentik menggunakan media sosial Facebook a/n Ahmad Syariza.

 

Pada 2020 kasus pengunggahan kalimat di statusFacebook seseorang yang menimbulkan perpecahan antara masyarakat tertentu yangmengandung sara. “Dua kasus ini diselesaikan dengan cara di luarpengadilan antara kedua belah pihak dan selesai,” ujarnya.‎‎

Ia mengatakan untuk menghindari berita-berita hoaxyang menimbulkan permasalahan hukum di dunia maya, masyarakat diminta janganmudah percaya dan terprovokasi dengan berita yang belum jelas kebenarannya.”Mari kita laksanakan Internetan sehat demi terlaksananya pembangunannasional di Indonesia,” ajaknya.

‎‎Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi danInformatika Kabupaten HSS, Rahmawaty, meminta masyarakat untuk berhati-hatibersedia sosial, dulu peribahasa ‎mulutmu adalah harimaumu, tapi sekarangjarimu ada harimaumu. “Mulai sekarang gunakan lah media sosial denganbijaksana dan cerdas, terhindar dari jeratan UU ITE,” ujarnya.

 

Ia berharap, kepada masyarakat jika menerima Informasiatau berita-berita yang belum tentu kebenarannya agar menghubungi Dinas KominfoHSS atau ke akun Facebook. “Kami siap memberikan konfirmasi kepadamasyarakat tentang kebenaran berita-berita yang ada di media sosial,” ujarnya.‎

kalselpos.com: Berita Terkini Kabar Terbaru Hari ini Banjarmasin Kalimantan Selatan dan Nasional

Download aplikasi kalselpos.com versi android  kami di Play Store : Aplikasi Kalselpos.com

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.