Fakta lain Terkait tersangka Penyekapan Dikenal bisa ‘Betatamba’, hingga yg mampu Peristeri korban

  • Whatsapp
TERSANGKA PENYEKAPAN – SA (45), tersangka penyekapan yang akhirnya tewas dilumpuhkan, saat menjadi DPO pihak Polres HSU.

Amuntai, kalselpos.com – Selain lihai dalam memperbaiki mesin kendaraan bermotor, ternyata SA (45), tersangka penyekapan terhadap korban M, terkenal juga memiliki kemampuan lainnya, yang biasa disebut warga Hulu Sungai atau urang Banjar bisa ‘Betatamba’ atau pengobatan tradisional.
Hal ini ternyata diketahui warga sekitar rumah korban, khususnya di wilayah Kecamatan Amuntai Utara, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU).
Dari penelusuran kalselpos.com, Selasa (23/2/21) kemarin, SA yang beralamat di Desa Sungai Turak Dalam RT 5, Kecamatan Amuntai Utara, dengan kelahiran Jakarta, 17 Juni 1975. Dia juga memiliki pekerjaan sebagai petani/ perkebunan dan kemampuan di bidang mekanik atau mesin alat berat tersebut, juga dikenal dengan panggilan Abi alias Habib alias Tabib.

Advertisements

[]istimewa
BERI KETERANGAN – Kapolres HSU, AKBP Afri Daramawan saat memberi keterangan terkait kasus penyekapan yang dilakukan tersangka SA, di Amuntai, Senin (22/2/21) lalu.

SA sendiri diketahui oleh warga adalah pria beristeri dan memiliki anak. Hal itu pun diungkapkan Kapolres HSU, AKBP Afri Darmawan, yang sempat memanggil istri tersangka, pada Senin (22/02/2021) lalu, yang mana keduanya masih berstatus suami istri, namun bertahun-tahun tidak pernah bertemu kembali dengan istrinya itu.
“Terkait motif, dugaan kita tersangka SA ingin membawa kembali M, yang katanya sempat dinikahi secara siri atau kawin bawah tangan, saat korban masih berusia 17 tahun. Namun saat pemeriksaan, katanya juga tidak ada Penghulu, kemudian SA langsung membawa M ke Kaltim. Kedua orangtua M tidak mengetahui hal ini sama sekali. Setelah 1 bulan lamanya, korban baru kembali lagi ke rumah dan orangtuanya langsung melaporkan kasusnya ke polisi,” beber Kapolres.
Korban M sendiri, menurut warga dan kerabat memang memiliki wajah cantik. Sehingga kuat dugaan kedekatan keduanya, antara SA dengan M, tidak lepas dari ‘pengaruh’ SA yang bergelar Abi alias Habib alias Tabib.
“SA sempat ‘menanambai’ M yang saat itu sakit gigi. Setiap kali M sakit gigi dan ‘betatamba’ dengan SA, selalu sembuh, namun jika dengan orang lain tidak sembuh – sembuh,” ujar Mai, kerabat M.
Kerabat korban menduga saat itu, M telah ‘diguna-guna’. Pasalnya, kecurigaan kerabat bukan tanpa alasan, saat M diantar kembali oleh tersangka SA, usai kabur ke Samarinda selama 3 bulan, sepulangnya ke rumah, di tubuh M terdapat ‘bassal’ atau jimat yang sengaja dipasang oleh SA.
Niat ingin menemui M lagi, setelah masuk Daftar Pencarian Orang (DPO), tersangka SA malah mencoba mengamcam keluarga dengan membawa dua senjata api (senpi) laras pendek dan laras panjang, sekaligus menyekap M serta meminta disiapkan kendaraan bermotor kepada petugas kepolisian, yang saat itu coba melakukan negosiasi.
Namun kejadian ini berakhir tragis, tersangka SA yang saat itu membahayakan warga serta petugas, sempat menembakkan senjata, hingga akhirnya dilumpuhkan dengan tiga butir peluru bersarang ditubuhnya.

kalselpos.com: Berita Terkini, Kabar Terbaru Hari ini Banjarmasin Kalimantan Selatan dan Nasional

Download aplikasi kalselpos.com versi android  kami di Play Store : Aplikasi Kalselpos.com

Advertisements

Penulis: adiyat
Editor: s.a lingga

Kebijakan Redaksi kalselpos.com
Redaksi berhak menghapus dan atau menutup komentar yang dinilai tidak etis.
Penulis Komentar tidak etis bertanggung jawab penuh atas akibat hukum yang ditimbulkannya

Advertisements