Ditanya ke mana uang Rp4 M digelapkan, Terdakwa hanya jawab “Hilang”

  • Whatsapp
[]s.a lingga DITUNTUT 7 TAHUN – Yahya (34), terdakwa kasus penggelapan uang koperasi senilai Rp4 miliar, yang dituntur 7 tahun penjara oleh JPU, dalam sidang yang dilaksanakan secara virtual oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Banjarmasin, Rabu (3/2/21) petang.

Banjarmasin, kalselpos.com – Diduga melakukan penggelapan uang milik koperasi senilai Rp4 miliar lebih, seorang pria bernama Yahya (34), kini terancam hukuman penjara selama 7 tahun.
Pria yang tercacat tinggal di Jalan Kelayan A Gang Sejiran, Kelurahan Kelayan Luar, Kecamatan Banjarmasin Selatan tersebut, oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU), H Fahrin Amrullah SH MH, dinilai sah dan meyakinkan terbukti melanggar Pasal 374 jo 65 (1) KUHP sekaligus 263 (1) jo 65 (1) KUHP tentang Penggelapan dalam jabatan.
Tuntutan 7 tahun penjara bagi terdakwa bernama Yahya, ini dibacakan di depan majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Banjarmasin yang diketuai oleh Hj Rosmawati SH MH, pada Rabu (3/2/21) kemarin.
Atas tuntutan tinggi tersebut, Pria kelahiran Bangkalan, Madura pada 2 Juli 1988, ini di depan majelis hakim, pada sidang yang dilakukan secara virtual, hanya meminta hukuman atas dirinya dijatuhkan seringan – ringannya, dengan berjanji tidak melakukan perbuatan yang sama.
“Ini duitnya banyak lo. Masa kamu minta hukuman diringankan. Apalagi, saat ditanya ke mana uang sebesar Rp4 miliar yang digelapkan sejak tahun 2015 hingga 2019 tersebut, Anda hanya menjawabnya, justru berbelit – belit,” ucap ketua majelis hakim Hj Rosmawati.
“Lantas, saat ditanya apakah ada yang memerintahkan atau menyuruh, dan apakah uangnya dipergunakan untuk organisasi, Anda juga menjawabnya, tidak. Lantas, ke mana uang Rp4 miliar tersebut,” tanya hakim lagi. Terdakwa yang hanya lulusan SD tersebut, via virtual dari Lapas Teluk Dalam Banjarmasin, hanya menjawab singkat, “hilang.’
Sekedar diketahui, Yahya oleh jaksa didakwa melakukan penggelapan uang senilai Rp4 milik, milik yayasan yang dikelolanya, yakni Koperasi BMT UGT Sidogiri Cabang, yang beralamat di Jalan Veteran Banjarmasin.
Sejumlah nasabah koperasi yang menyimpan uangnya di Koperasi BMT UGT Sidogiri Cabang Banjarmasin, mulai dari Rp4 juta sampai dengan Rp200 juta, belakangan tak bisa menarik uangnya kembali, lantaran menurut terdakwa Yahya, uang disimpan dan dikelolanya sejak tahun 2015 hingga 2019 tersebut, mendadak hilang.
Dalam persidangan, terdakwa yang terlihat polos tersebut, sempat mengaku jika dirinya sempat dihipnotis orang, hingga uang miliar rupiah milik nasabah jadi hilang, hingga Yahya pun langsung diproses hukum pihak Polresta Banjarmasin, sebelum kasusnya naik ke persidangan.

kalselpos.com: Berita Terkini, Kabar Terbaru Hari ini Banjarmasin Kalimantan Selatan dan Nasional

Bacaan Lainnya

Download aplikasi kalselpos.com versi android  kami di Play Store : Aplikasi Kalselpos.com

[]penulis/editor : s.a lingga

Kebijakan Redaksi kalselpos.com
Redaksi berhak menghapus dan atau menutup komentar yang dinilai tidak etis.
Penulis Komentar tidak etis bertanggung jawab penuh atas akibat hukum yang ditimbulkannya