Bukan Kesengajaan, Pemilik Toko Sumber Limbah Oli Hanya Diberi Pembinaan

Pemilik toko bahan pertanian yang menjadi tempat cemaran limbah oli berasal hanya diberi pembinaan oleh DLH Kota Banjarmasin (Fudail)

Banjarmasin,kalselpos.com – Pemilik toko pertanian yang menjadi sumber dari cemaran oli bekas yang mencemari aliran sungai di Km 2 Kota Banjarmasin hanya diberikan pembinaan oleh pihak Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Banjarmasin.

Kepala Bidang Pengawasan, DLH Kota Banjarmasin, Wahyu Hardi Cahyono mengungkapkan, setelah dilakukan pemanggilan terhadap pemilik toko, pihaknya telah menyimpulkan bahwa limbah oli bekas yang berasal dari toko pertanian itu bukanlah perbuatan yang dilakukan secara sengaja.

Bacaan Lainnya

“Dalam pemanggilan yang bersangkutan ini kita akan berikan pembinaan saja,” ungkapnya dihadapan awak media, Selasa (28/07/2020) siang.

Pemilik toko, ia melanjutkan, diminta untuk menutup kebocoran tempat penampungan oli yang menjadi sumber cemaran itu berasal dan menampung sisa oli yang ada ke tempat penampungan yang baru.

“Untuk membersihkan cemaran di sungai dilakukan oleh pihak ketiga yang sudah bekerja sama dengan kita,” pungkasya.

Hal senada juga disampaikan Arifandi yang merupakan pemilik toko pertanian sumber limbah B3 (bahan berbahaya dan beracun) tersebut berasal.

“Tidak ada unsur kesengajaan untuk membuang limbah ini ke sungai,” imbuhnya.

Ia menjelaskan, limbah tersebut berasal dari drum tempat penampungan oli bekas yang telah ditinggalkan selama puluhan tahun di bagian belakang toko oleh penyewa sebelumnya.

“Drum oli ini sudah puluhan tahun yang sudah berada di toko kami, sebelum saya menepati toko ini adalah tempat penggantian oli,” jelasnya.

Menurut pemilik toko yang akrap disapa Arif itu, biang dari kebocoran drum penampungan limbah oli tersebut adalah akibat dari usia tempat penampungan yang sudah tua, sehingga terjadi pengeroposan yang akhirnya bocor dan mengalir ke sungai di sekitar kawasan tersebut.

“Drum oli itu sudah keropos sehingga jebol dan membuat oli keluar. Karena usianya sudah hampir 20 Tahun,” tukasnya.

Sebelumnya, masyarakat di kawasan tersebut dibuat resah dengan kondisi sungai yang tercemar limbah oli. Cemaran tersebut bahkan mengakibatkan warna air sungai berubah menjadi hitam pekat dan mengeluarkan bau busuk yang mengganggu kenyamanan warga.

Adanya aduan masyarakat, DLH Kota Banjarmasin langsung terjun ke lokasi cemaran limbah tersebut terjadi untuk menyelidiki sumber cemaran limbah itu berasal sekaligus mengambil sampel air untuk mengetahui kandungan cemaran apa saja yang terdapat di sungai tersebut.

Alhasil, akhirnya terungkap bahwa cemaran tersebut bersumber dari aliran oli bekas yang berasal dari toko yng menjual bahan pertanian.

Selain limbah oli, hasil laboratorium yang dilkukan DLH juga menunjukkan bahwa air di kawasan itu juga tercemar oleh bahan kimia berbahaya yang berasal dari bahan pertanian.

Namun hal itu dibantah oleh Arif. Ia tidak mengakui bahwa kandungan bahan kimia berbahaya selain oli bekas yag menjadi pencemar aliran sungai di kawasan tersebut berasal dari toko yang ia miliki.

kalselpos.com : Berita Terkini, Kabar Terbaru Hari Ini Banjarmasin Kalsel Kalimantan Nasional dan Dunia

Penulis : Fudail
Editor : Zakiri