Kisah Sukowati, Pembuat Rengginang Termashur di Batola

Sukowanti dan Tuti Suharti pembuat kerupuk rengginang dari Desa Danda Jaya Batola (Ahmad Fauzie)

Marabahan, kalselpos.com – Pembuatan makanan ringan berupa kerupuk rangginang yang cukup diminati berbagai kalangan masyarakat ini, ternyata pembuatannya cukup sederhana namun harus bergantung pada iklim atau cuaca.

Hal itu disampaikan seorang pengusaha kerupuk rangginang berskala rumah tangga di Desa Danda Jaya, Kecamatan Rantau Badauh Kabupaten Batola Kalimantan Selatan, yakni Sukowati

Bacaan Lainnya

Dengan dibantu saudaranya Tuti Suharti, Sukowati telah berkecimpung dalam pembuatan kerupuk rengginang ini, sejak tahun 1983 setelah dirinya bersama keluarga hijrah ke Kalimantan Selatan pada tahun 1982 sebagai transmigrasi.

Kemauan Sukowanti dalam membuat rengginang ini, tak lain Ingin membantu suami yang bekerja sebagai pembudidaya tanaman hias.

Namun tak dipungkiri usahanya ini berbuah manis. Selain meningkatkan pendapatan keluarga, hasil usahanya ini pun ternyata mampu menyekolahkan anak anaknya hingga tingkat perguruan tinggi.

Suka duka pun banyak ia lewati dalam menggeluti bisnisnya ini. Terkadang cuaca yang tak bersahabat jadi kendala dalam proses pembuatan kerupuk rengginang ini.

Ia menuturkan dalam proses pembuatan rengginang ini membutuhkan sinar matahari untuk pengeringannya atau penjemuran.

“Harus dijemur dibawah terik matahari,karena tidak bisa digantikan dengan cara lain, seperti di oven hasilnya tidak bagus, jadi keras setelah digoreng,” tuturnya saat dibincangi kalselpos.com di kediamannya pada Rabu (8/7/2020) siang.

Jika musim hujan, tambah Sukowanti, dirinya pun tidak bisa memproduksi rengginang buatannya itu. “Ya berhenti dulu jika musim hujan karna proses penjemuran nya membutuhkan waktu dua hingga tiga hari,” ungkap Sukowanti.

Rengginang buatan Sukowanti ini berbahan dasar singkong dan bumbu sederhana seperti ketumbar dan bawang putih . Selain renyah rengginang yang sudah dipasarkan di wilayah Kalsel hingga Kalimantan Tengah ini juga terasa gurih dilidah.

Produk olahan Sukowanti yang telah menembus pasaran di Kalimantan Selatan dan tengah ini tak lepas dari binaan program Lingkungan Hidup yaitu Program Kampung Iklim (Proklim) yang telah diterapkan di desanya hingga telah meraih tingkat utama.

Bahkan saat ini, Desa Danda Jaya telah memiliki kelembagaan dalam pengelolaan usaha mikro desa yang terkenal dengan hasil budidaya jamur dan peternakan sapi.

kalselpos.com : Berita Terkini, Kabar Terbaru Hari Ini Banjarmasin Kalsel Kalimantan Nasional dan Dunia

Penulis : Ahmad Fauzie
Editor. : Zakiri