Pengrajin Anyaman Bambu Kesulitan Pemasaran

  • Whatsapp
-Kepala DISNAKERKOP UKP Hendro Martono

Kandangan, kalselpos.com – Minimnya akses jaringan internet membuat pengrajin anyaman bambu di Desa Muara Hariangan, Kecamatan Padang Batung Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) kesulitan memasarkan hasil kerajian yang mereka buat.

Foto Pengrajin Menganyam Bambu

Melimpahnya tanaman bambu yang tumbuh di wilayah Pegunungan Meratus menjadi berkah tersendiri bagi masyarakat disekitarnya, khususnya bagi warga desa Hariangan, Kecamatan Padang Batung, Kabupaten HSS.

Bacaan Lainnya

Mereka pun memanfaatkan tanaman bambu tersebut untuk diolah berbagai kerajinan anyaman yang unik, seperti, Kotak Tisu, Sarung Botol Minuman, Tempat Lampu, Tempat Makan dan yang lainnya.

Meksi hasil kerajinan anyaman dari bambu olahan warga tersebut layak bersaing dipasaran, namun warga mengaku kesulitan untuk memasarkan hasil kerajinan yang mereka buat, apalagi ditengah situasi pandemi Covid-19 saat ini.

Ketua Kelompok Pengrajin Anyaman Bambu Normila mengatakan, karena pihaknya kesulitan memasarkan produk kerajinan anyaman bambu, sehingga saat ini para pengrajin hanya bertahan dengan membuat kerajinan yang dipesan pembeli saja.

Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja Koperasi Dan Usaha Kecil Perindustrian (DISNAKERKOP UKP) Kabupaten HSS, Hendro Martono mengatakan, pihaknya sangat memahami dan merasakan kesulitan yang tengah dihadapi para pengrajin.

Namun, pihaknya sudah melakukan rapat melalui instansi terkait untuk membuat aplikasi penjualan secara online yang bisa digunakan para pengrajin, untuk memasarkan produk mereka.

Pada Aplikasi tersebut semua pengrajin bisa memposting semua hasil kerajinan mereka, agar dapat dijual secara online.

kalselpos.com : Berita Terkini, Kabar Terbaru Hari Ini Banjarmasin Kalsel Kalimantan Nasional dan Dunia

Penulis: Sofan

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 Komentar