Tekan Covid-19, Bupati Keluarkan Perbup

  • Whatsapp
SOSIALISASI- Satpol PP, TNI/Porli mendatangi warung-warung dan sosialisasi dan memberikan edukasi dalam penerapan protokol kesehatan.(Satpol-PP)

Kandangan, kalselpos.com– Penyebaran Covid-19 di wilayah Hulu Sungi Selatan Selatan (HSS) terus meluas. 

Untuk menekan dan mencegah penyebaran Covid-19 tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) melalui Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) bersama TN/Polri, melakukan patroli untuk mem‎berikan imbau kepada msyarakat penerapan protokol kesehatan.

Bacaan Lainnya

Kepala Dinas Satpol PP Kabupaten HSS, Iwan Priady, Kamis (25/6), mengatakan untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 terus dilakukan melalui patroli dan sosialisasi bersama jajaran TNI/Polri, kepada masyarakat yang melakukan aktivitas diluar rumah. “Kita mengimbau masyarakat untuk bersama-sama melawan Covid-19 dengan menerapkan protokol kesehatan,” ujarnya.

SOSIALISASI- Satpol PP, TNI/Porli mendatangi warung-warung dan sosialisasi dan memberikan edukasi dalam penerapan protokol kesehatan.(Satpol-PP)

Selain itu, mensosialisasi Peraturan Bupati (Perbup) nomoe 26 tahun 2020 tentang pendoman pelaksanaan pembatasan kegiatan masyarakat dalam rangka percepatan penanganan Covid-19.

Dijelaskannya, tentuan umum dalam perbub ‎membatasi kegiatan masyarakat adalah upaya Pekab HSS mebatasi kegiatan yang dilakukan oleh masyarakat dalam berinteraksi dengan warga msyarakat lain, untuk mencegah kemungkinan penyebaran wabah Covid-19.

“Protokol kesehatan ini adalah tahapan yang harus ditempuh oleh semua instansi/lembaga saat melakukan aktivitas, seperti memeriksa suhu tubuh, penyediaan tempat cuci tangan, sabun,‎ dn menyediakan pembersih tangan atau hand sanitizer, menggunakan masker dan jaga jarak,” ujarnya.

‎Selain instansi/lembaga protokol kesehatan diberlakukan pada sekolah, rumah ibadah, pasar tradisiol, toko medern, restoran/kafe/warung, hotel dan moda transportasi umum. “Perbup ini dikeluarkan sebagai pedoman pelaksanaan pembatasan kegiatan masyarakat, untuk percepatan penanganan Covid-19, dan mengurangi dampak sosial dan keamanan,” jelas Iwan.

Ia menambahkan, setiap orang yang melanggar ketentuan dapat dikenakan sanksi berupa, teguran lisan, perintah membeli masker, perintah berupa tidak melanjutkan perjalan, kerja sosial membersihkan fsilitas umum, dan melakukan gerakan push upaya maksimal 20 kali.

Untuk pembatasan kegiatan di tempat umum, seperti pengelola bioskop, play station/game strore, bilyar, karako, tempat hiburan sejenis dan tempat wisata wajib menutup sementara selama pemberlakukan pembatasan kegiatan. “Bagi pelanggar akan dikenakan sanksi teguran lisan, teguran tertulis, pembubaran, hingga penutupan. Dan perbup ini berlaku sejak 24 Juni 2020,” tegasnya.

kalselpos.com : Berita Terkini, Kabar Terbaru Hari Ini Banjarmasin Kalsel Kalimantan Nasional dan Dunia

Penulis : Sofan
Editor : Wandi

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *