Sebuah Dilematis, Siapkah Kita Terapkan New Normal?

Kristiawan

Oleh: Kristiawan

Kalselpos.comPola (cara) Hidup Baru (New Normal) kembali digaungkan pada saat kita ditempatkan di tengah pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) yang kian meluas. Akibatnya, jutaan manusia di dunia terinfeksi, termasuk di Indonedia khususnya Kalimantan Selatan. 

Bacaan Lainnya

Presiden Republik Indonesia Ir. Joko Widodo juga mengajak masyarakat agar bisa hidup berdamai dengan Covid-19, pada saat jumlah kurva masyarakat yang terifeksi masih terus meningkat signifikan. Namun, kebijakan new normal akan diterapkan oleh pemerintah.

Telah dilansir 
kompas.com (26/5/2020), new normal pada akhirnya menjadi sebua kondisional yang memang harus dihadapi bersama sama (masyarakat), supaya dapat dan bisa berdampingan dengan ancaman virus Corona.

Presiden Jokowi juga menyatakan, sudah saatnya masyarakat dapat hidup berdampingan dengan virus Corona. Dalam artian, sampai ditemukannya vaksin yang efektif. Dan dia juga mengajak masyarakat juga harus berdamai dengan Covid-19 untuk rentan waktu kedepan.

Akibat pandemi ini, masyarakat santero negeri, khususnya Kalimantan Selatan dan Kabupaten Tanah Bumbu, terpaksa mengambil resiko demi menyambung hidup di dalam keadaan yang masih labil dan tidak menentu.

Terkesan, pemerintah membiarkan rakyatnya untuk hidup berdampingan dengan virus yang mematikan ini.

Rakyat bingung, rakyat tak punya kekuatan dan rakyat tak punya pilihan, mau tidak mau mereka harus siap dengan keadaan yang cukup sulit.

Sehingga muncul suatu alasan pemerintah untuk penerapan new normal agar tetap bisa memajukan perekonomian tidak hanya stag namun anjlok semenjak adanya pandemik terjadi.

Indikatornya hal itu diungkapkan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, pemerintah saat ini tengah mempersiapkan sebuah skenario pelaksanaan protokol new normal yang telah dirancang bersama dengan program Exit-Strategi Covid-19, berupa bentuk peta kajian proses (fase) pembentukan ekonomi dan program pemulihan ekonomi nasional sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 23 tahun 2020 (kompas.com 26/5/2020).

Kendati paramedis dan para ahli sudah menyampaikan hal dan kemungkinan manakala kebijakan itu diharapkan. Namun, niatan new normal ini tidak menyurutkan pemerintah memberlakukan new normal tersebut.

Semua aktivitas sosial secara otomatis akan dilonggarkan, kegiatan ekonomi segera beraktivitas normal dengan skenario new normal sesuai protap kesehatan.

 

Baca Berita Hari Ini, Berita Terbaru Terkini | kalselpos.com | Media Terpercaya dan Terverifikasi Dewan Pers

 

Jumlah angka kasus Covid-19 di Kalimantan Selatan, lebih dari 1000 dan dikerutkan lagi di kabupaten Tanah Bumbu dengan angka terkonfirmasi positif Corona lebih dari 100 orang. Hal ini membuat kebijakan terkesan plin plan.

Kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dibeberapa kota di Kalsel pun tidak terdapat efek dalam pemutusan mata rantai penyebaran Covid-19 dan kembali akan melakukan kebijakan new normal.

Masyarakat terlihat bingung dan ragu dengan sikap plin-plan pemerintah saat ini. Sebab, melawan wabah (pandemi) membutuhkan waktu yang cukup panjang dan usaha yang tak mudah.

Opsi-opsi pilihan itu mematikan dan membingungkan, ternyata persoalan pandemi ini harus dilakukan dengan ketelitian dan ketegasan serta hitungan yang matang. 

Semoga pandemi ini menjadikan sebuah pelajaran bagi semua terutama pemerintah dan masyarakat dalam menyelesaikan persoalan dan perselisihan dengan alam.*

Penulis: Wartawan/Kontributor Daerah Kalsel Pos dan Sekretaris Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Tanah Bumbu.

Download aplikasi kalselpos.com versi android  kami di Play Store : Aplikasi Kalselpos.com