22 Advokat Siap Kawal Kasus Diananta

  • Whatsapp
Diananta dibalik jeruji

BANJARMASIN, Kalselpos.com– Sebanyak 22 advokat dari penjuru tanah air siap mengawal kasus hukum yang saat ini menjerat eks-Pemimpin Redaksi (Pemred) Banjarhits.Id, Diananta Putera Sumedi.

 

Bacaan Lainnya

Kuasa Hukum Diananta, Bujino A Salan mengatakan, mereka yang bersimpati atas nasib Diananta di balik jeruji besi menyatakan kesediaannya memberikan bantuan hukum terhadap jurnalis Kalimantan Selatan itu.

22 pengacara tersebut beranggotakan para advokat berpengalaman dari lintas daerah, seperti Banjarmasin, Kotabaru, Makassar, dan Jakarta,

Mereka antara lain Wanto A Salan (DPP Kongres Advokat Indonesia), Robert Hendra Sulu (Kantor Advokat Robert Hendra Sulu Banjarmasin), Muhammad Arman (Aliansi Masyarakat Adat Nusantara)

Kemudian, Ahmad Murjani, Zakaria (DPD Forum Intelektual Dayak Nasional Kalsel), Era Purnamasari (Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia), Muhammad Arsyad (Paguyuban Korban UU ITE).

Ada juga, Syamsul (Komite Perlindungan Jurnalis dan Kebebasan Berekspresi), Herpani, Rahmadi, dan M Subhan (LBH Kotabaru), Ade Wahyudin, Ahmad Fathanah Haris, M Rizki Yudha Prawira, Hendrayana (LBH Pers Jakarta).

“Mereka semua akan menyokong kerja-kerja advokasi Kantor Advokat Bujino A Salan yang menerima kuasa sejak awal dari Diananta,” ungkapnya, Senin (25/05/2020).

Menurutnya, kasus yang menjerat Diananta merupakan belenggu terhadap kebebasan pers, dan ekspresi, termasuk soal ketidakadilan terhadap masyarakat adat.

Sehingga menjadi bagian penting untuk membela kasus-kasus serupa yang marak terjadi akibat pasal karet dalam Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

“Berkaca dari itu sejumlah elemen masyarakat bersepakat untuk membentuk Tim Koalisi Masyarakat Adat dan Kebebasan Pers akan merampungkan draf eksepsi atau pembelaan terhadap Diananta,” tukasnya.

Ia membeberkan, ada empat poin yang hingga saat ini menjadi pesoalan, salah satunya kewewenangan mengadili yang seharusnya dilakukan di Banjarmasin bukan di Kotabaru. Termasuk dakwaan kabur, dan salah penerapan hukum, dan UU,

“Bahkan kabarnya rekan-rekan pengacara dari Samarinda, Bandung, dan Ambon juga mau bergabung,” ujar Bujino.

Seperti diketahui, berkas perkara Diananta resmi dilimpahkan ke Kejari Kotabaru Rabu 20 Mei kemarin. Sidang kasus Diananta diprediksi digelar Pengadilan Negeri (PN) Kotabaru awal Juni mendatang. Untuk sementara, Diananta dititipkan di sel tahanan Mapolres Kotabaru.

 

Baca Berita Hari Ini, Berita Terbaru Terkini | kalselpos.com | Media Terpercaya dan Terverifikasi Dewan Pers

 

Perkara yang membelit Diananta tak seharusnya masuk ke ranah pidana karena murni kasus pers. Semestinya selesai melalui mekanisme pers lewat hak jawab dan penjelaskan persoalan pencabutan berita sesuai lembar pernyataan penilaian dan rekomendasi dari Dewan Pers,”

Elemen masyarakat yang tergabung dalam Koalisi Masyarakat Adat dan Kebebasan Pers sudah berupaya untuk menangguhkan penahanan Diananta mengingat ancaman Covid-19.

Namun, pelimpahan berkas perkara dan Diananta tetap berjalan seiring penangguhan penahanan yang diajukan oleh kuasa hukum, yang kemudian mendorong Koalisi Masyarakat Adat, dan Kebebasan Pers mengajak seluruh elemen pers untuk mengawal kasus Diananta dan konflik agraria di Kotabaru.

Selain itu, Koalisi Masyarakat Adat, dan Kebebasan Pers mengajak insan pers untuk ikut memastikan kondisi kesehatan Diananta selama menjalani masa penahanan.

Penulis : Zakiri
Penanggungjawab : SA Lingga

Download aplikasi kalselpos.com versi android  kami di Play Store : Aplikasi Kalselpos.com

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *