Tersangka Pembunuhan, mengaku duit beli Susu Dipalak Korban

  • Whatsapp
Pelaku beserta barang bukti yang sudah diamankan oleh pihak Kepolisian

BANJARMASIN, Kalselpos.com – Terkuak dua orang pelaku yang menghabisi nyawa Misransyah alias Imis (37) yang sebelumnya ditemukan warga tewas terkapar bersimbah darah di kawasan Jalan Pekapuran Raya, Banjarmasin Timur, pada Jumat (15/5/2020) Lalu.

Kapolsek Banjarmasin Timur, AKP Alfian Tri Permadi mengatakan, kedua pelaku yang bernama Akhmad Rifani dan Faisal berhasil diringkus petugas setelah beberapa jam usai peristiwa berdarah tersebut terjadi.

Bacaan Lainnya

“Pelaku kami ringkus di persembunyiannya, tepatnya di Desa Nusa Indah, Kecamatan Bati-Bati, Kabupaten Tanah Laut,” ucapnya pada awak media disela gelar perkara di Mapolsek, Senin (18/5/2020).

Dijelaskan Kapolsek, motif pembunuhan yang dilakukan pelaku diakibatkan rasa sakit hati karena dipalak korban.

“Untuk motif dikarenakan sakit hati dipalak oleh korban,” ujar Kapolsek.

ia melanjutkan, barang bukti yang berhasil diamankan dari pelaku yakni berupa satu bilah senjata tajam jenis celurit yang digunakan untuk menghabisi nyawa korban.

 

Baca Berita Hari Ini, Berita Terbaru Terkini | kalselpos.com | Media Terpercaya dan Terverifikasi Dewan Pers

 

“Untuk pelaku Akhmad Rifani sudah ditetapkan sebagai tersangka, sedangkan Faisal masih dalam pemeriksaan terkait keterlibatannya dalam mengeksekusi nyawa korban,” jelasnya.

Pasalnya, dari hasil penyelidikan yang dilakukan petugas terhadap pelaku atas nama Faisal, yang bersangkutan mengaku tidak mengetahui bahwa Fani nekad melakukan pembunuhan kepada korban.

Ia membeberkan, kronologis kejadian tersebut bermula saat pelaku Akhmad Rifani, bertemu dengan Faisal lalu mengajaknya berkeliling bertemu dengan korban.

Namun, ketika sudah bertemu dengan korban, pelaku Akmad Rifani langsung menebaskan celurit yang dibawanya sebanyak dua kali hingga menyebabkan korban meninggal dunia.

“Untuk pelaku Akhmad Rifani kami kenakan Pasal  338 Jo 351 (3) KUHP, dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara,” pungkas Kapolsek.

Sementara itu dari pengakuan pelaku Akhmad Rifani, ia nekad melakukan perbuatan tersebut lantaran sakit hati karena uang sebesar Rp 50.000 miliknya yang akan digunakannya untuk membelikan susu anak dipalak oleh korban.

“Perbuatan itulah yang membuat sakit hati hingga membuat saya gelap mata,” singkat Fani.

Penulis : Hafidz
Editor : Zakiri
Penanggungjawab : SA Lingga

Download aplikasi kalselpos.com versi android  kami di Play Store : Aplikasi Kalselpos.com

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.