Amuntai, kalselpos.com – Warga yang bermukim di sekitar tepian sungai di wilayah Desa Sungai Kuini RT 03 Kecamatan Sungai Pandan, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) dikejutkan dengan kemunculan seekor buaya air tawar berukuran cukup besar.
Hewan tersebut terlihat oleh sejumlah warga saat berjemur ditepian sungai, Rabu sore (8/102025).
Menurut keterangan warga, buaya tersebut sempat berdiam cukup lama di tepi sungai. Kejadian ini sontak membuat masyarakat sekitar khawatir, terutama para warga yang biasa beraktivitas di area sungai.
Petugas dari Pemadam Kebakaran (Damkar) dari Dinas Satpol PP dan Damkar telah turun ke lokasi untuk melakukan pemantauan dan mengimbau warga agar sementara waktu menghindari aktivitas di sekitar sungai.
“Kami sudah turun kelokasi dan melihat langsung untuk keberadaan buaya tersebut, sembari menghimbau kepada masyarakat agar waspada,” ujar Anggota Damkar Edy Saputra.
Edy menyebut, bahwa buaya air tawar ini tidak terlalu agresif seperti buaya muara, tapi apabila terancam dia bisa agresif, oleh karena itu, masyarakat diharapkan tetap berhati-hati.
Mengenai kemunculan buaya ini, lanjut Edy, pihaknya akan melakukan koordinasi dengan Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Selatan (Kalsel).
“Kita akan kordinasi tindakan apa yang harusnya dilakukan, karena ini cukup membahayakan,” katanya.
Diketahui kemunculan buaya muara yang diperkirakan panjang 1,5 meter sempat jadi tuntunan warga yang ingin menyaksikan secara langsung keberadaan hewan tersebut.
Perisitiwa
Geger, Buaya Air Tawar Muncul Ditepi Sungai Kuini Sungai Pandan HSU
Amuntai, kalselpos.com – Warga yang bermukim di sekitar tepian sungai di wilayah Desa Sungai Kuini RT 03 Kecamatan Sungai Pandan, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) dikejutkan dengan kemunculan seekor buaya air tawar berukuran cukup besar.
Hewan tersebut terlihat oleh sejumlah warga saat berjemur ditepian sungai, Rabu sore (8/102025).
Menurut keterangan warga, buaya tersebut sempat berdiam cukup lama di tepi sungai. Kejadian ini sontak membuat masyarakat sekitar khawatir, terutama para warga yang biasa beraktivitas di area sungai.
Petugas dari Pemadam Kebakaran (Damkar) dari Dinas Satpol PP dan Damkar telah turun ke lokasi untuk melakukan pemantauan dan mengimbau warga agar sementara waktu menghindari aktivitas di sekitar sungai.
“Kami sudah turun kelokasi dan melihat langsung untuk keberadaan buaya tersebut, sembari menghimbau kepada masyarakat agar waspada,” ujar Anggota Damkar Edy Saputra.
Edy menyebut, bahwa buaya air tawar ini tidak terlalu agresif seperti buaya muara, tapi apabila terancam dia bisa agresif, oleh karena itu, masyarakat diharapkan tetap berhati-hati.
Mengenai kemunculan buaya ini, lanjut Edy, pihaknya akan melakukan koordinasi dengan Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Selatan (Kalsel).
“Kita akan kordinasi tindakan apa yang harusnya dilakukan, karena ini cukup membahayakan,” katanya.
Diketahui kemunculan buaya muara yang diperkirakan panjang 1,5 meter sempat jadi tuntunan warga yang ingin menyaksikan secara langsung keberadaan hewan tersebut.
Baca berita kalselpos lainnya, silahkan download Aplikasi Kalselpos.com di play store





