Cincin tak Bisa Dilepas Karena Jari Bengkak, Zaki Minta Bantuan Damkar HSU

Teks foto : Proses pemotongan cincin di jari tangan Santri Ponpes Rakha Amuntai di Mako Damkar HSU. (ist)(kalselpos.com)

Amuntai, kalselpos.com – Seorang Santri Pondok Pesantren Rakha Amuntai bernama Zaki Maulana mengunjungi Dinas Satpol PP dan Damkar Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Sabtu (12/7/2025) pukul 15.30 Wita.

Kedatangan Zaki disambut anggota Damkar HSU. Maksudnya untuk meminta bantuan melepas cincin dijari manis tangan sebelah kanan yang bengkak.

Bacaan Lainnya

Anggota Damkar HSU Edy Saputra menjelaskan, sebelumnya datang ke Mako Damkar, Zaki melapor ke nomor layanan Damkar HSU.

Karena jarak dari Ponpes tidak terlalu jauh dari Mako Damkar, Zaki dianjurkan untuk langsung datang.

Tiba di Mako, anggota Damkar yang bertugas langsung melakukukan tindakan pertolongan agar cincin tersebut bisa terlepas.

Adapun peralatan yang digunakan berupa tang potong, mesin gerinda mini, dan besi plat kecil untuk pelapis agar tidak terkena kulit ketika proses pemotongan.”Cincin baru berhasil dilepas sekitar 15 menit dilakukan tindakan pemotongan,” ujar Edy.

Menurut keterangan Zaki, bahwa cincin itu sudah enam bulan dikenakan, namun baru dua hari ini tidak bisa dilepas karena jarinya bengkak.

“Alhamdulillah, upaya pemotongan berjalan lancar dan tidak ada luka serius ditangan santri tersebut,” pungkasnya.

Baca berita kalselpos lainnya, silahkan download Aplikasi Kalselpos.com di play store

Pos terkait