Komisi II DPRD Banjarbaru Tinjau Empat Lokasi Pasar

Teks foto Komisi II DPRD Kota Banjarbaru meninjau empat lokasi pasar .(ist)(kalselpos.com)

Banjarbaru, kalselpos.com – Komisi II DPRD Kota Banjarbaru meninjau empat lokasi pasar yaitu Pasar Landasan Ulin Utara atau (Pasar Laura), Pasar Landasan Ulin Timur, Pasar Abadi Palam dan Pasar Pondok Mangga.

 

Bacaan Lainnya

Peninjaun tersebut mereka lakukan guna mengetahui kondisi tempat terjadi transaksi jual beli di tengah masyarakat itu.

 

Anggota Komisi II DPRD Nurkhalis Anshari di Kota Banjarbaru mengatakan, peninjauan dilakukan untuk mengetahui sekaligus bahan evaluasi sehingga keberadaan pasar lebih bermanfaat bagi masyarakat.

 

 

“Rombongan Komisi II DPRD Kota Banjarbaru meninjau empat pasar dan hasilnya menjadi bahan evaluasi bersama dinas terkait agar keberadaan dan pengelolaan lebih baik,” ujar Nurkhalis.

 

Menurut Nurkhalis, empat buah pasar yang ditinjau yakni Pasar di Landasan Ulin Utara atau dikenal dengan sebutan Pasar Laura, Pasar Landasan Ulin Timur, Pasar Abadi Palam, dan Pasar Pondok Mangga.

 

Nurkhalis menyebutkan sejumlah temuan dari hasil peninjauan cukup mengejutkan mulai dari bangunan pasar tampak tak terawat dan sepi aktivitas jual beli, termasuk pasar yang belum dimanfaatkan.

 

“Kondisi pasar itu tentu menjadi perhatian serius bagi kami karena sebuah pasar merupakan aset yang strategis baik sebagai penggerak ekonomi lokal maupun penyumbang pendapatan daerah,” ucapnya.

 

Dikatakan Nurkhalis, pihaknya juga menyarankan Pemerintah Kota Banjarbaru agar mengevaluasi terutama terkait pengelolaan pasar yang dimulai dari perencanaan, pembangunan hingga penempatan pedagang.

 

 

“Kami menyarankan dilakukan evaluasi yang berkaitan dengan sistem manajemen pasar sehingga baik aktivitas juga fungsinya berjalan maksimal agar potensi ekonomi terus tumbuh dan berkembang dengan baik,” tuturnya.

 

Nurkhalis juga menyampaikan masukan agar Pemkot Banjarbaru mendata ulang seluruh aset pasar, mengecek status pemanfaatan dan identifikasi hambatan yang membuat pasar tak berfungsi secara maksimal.

 

Ditambahkan Nurkhalis, kolaborasi dengan pelaku usaha dan pemangku kepentingan juga penting sehingga dapat diputuskan kebijakan yang terbaik terhadap pengelolaan dan keberadaan pasar semakin hidup.

 

“Kami optimistis, jika pasar dikelola serius akah berdampak besar bagi peningkatan ekonomi lokal termasuk meningkatnya pendapatan daerah dan lapangan kerja juga semakin luas terbuka,” pungkasnya.

 

 

Baca berita kalselpos lainnya, silahkan download Aplikasi Kalselpos.com di play store

Pos terkait