Kecelakaan Truk di ‘Tanjakan Durian’, Satlantas Polres Banjarbaru lakukan Evaluasi

Foto : Kasat Lantas Polres Banjarbaru, AKP Embang Pramono(kalselpos.com)

Banjarbaru, kalselpos.com – Tanjakan Sungai Ulin atau sering disebut ‘Tanjakan Durian’ di Jalan Mistar Cokrokusumo, Sungai Ulin Banjarbaru, kembali menjadi sorotan publik, setelah insiden kecelakaan yang melibatkan sebuah truk bermuatan keramik bangunan yang akan menuju Kota Rantau Tapin, pada Selasa (24/12/2024).

Kemudian, truk bermuatan besi bangunan yang tak mampu menanjak Selasa, (31/12/2024). Truk tersebut mundur, dan akhirnya terperosok ke selokan di tepi jalan.

Bacaan Lainnya

Insiden ini menjadi kecelakaan kesekian kalinya dalam satu bulan terakhir di lokasi tersebut, yang kerap menimbulkan kemacetan dan kekhawatiran masyarakat. Para pengguna jalan merasa was-was saat melintas di area ini, terutama karena lokasi tersebut merupakan jalur vital menuju Kabupaten Banjar dan Martapura.

Kapolres Banjarbaru melalui Kasat Lantas AKP Embang Pramono mengungkapkan, pihaknya tengah melakukan investigasi mendalam untuk mengetahui penyebab utama kecelakaan.

“Kami sedang menyelidiki apakah faktor kendaraan, muatan, atau kondisi jalan yang menjadi penyebab utama. Selain itu, kami juga akan memastikan pengaturan lalu lintas yang lebih baik di tanjakan tersebut,” sebutnya.

Untuk mengurai kemacetan yang terjadi akibat insiden ini, Polres Banjarbaru menurunkan 10 personel di lokasi untuk membantu mengatur lalu lintas.

Selain itu, pihak kepolisian juga memberlakukan sistem contraflow dengan menjadikan jalan di SPN Banjarbaru sebagai dua jalur sementara untuk mempermudah arus kendaraan.

“Penerapan contraflow ini dilakukan untuk mengurangi antrean kendaraan yang terjebak akibat kecelakaan dan saat evakuasi truk,” tambah AKP Embang.

‘Tanjakan Durian’ yang memiliki kemiringan tinggi dianggap membutuhkan perhatian, khususnya dari pemerintah provinsi. Alternatif jalur untuk kendaraan berat, dinilai sulit karena kondisi jalan di sekitar SPN Banjarbaru sempit dan tidak memenuhi syarat untuk angkutan besar.

Menurut AKP Embang, sebagian besar kendaraan yang mengalami kecelakaan di lokasi ini adalah truk tua, berusia di bawah tahun 2000.

“Kesehatan dan kelayakan kendaraan, termasuk fisik dan mesin, harus menjadi perhatian serius para pengusaha. Kendaraan yang tidak layak berisiko membahayakan pengguna jalan lain,” tambahnya.

Sementara untuk upaya pencegahan,
AKP Embang menjelaskan,
meski jalur ini tak mungkin ditutup untuk kendaraan besar, pihak kepolisian menekankan pentingnya pengurangan beban muatan serta pengawasan lebih ketat terhadap kendaraan yang melintas.

Kerja sama dengan Dinas Perhubungan Banjarbaru untuk pemasangan rambu-rambu dan marka jalan di titik-titik rawan kecelakaan pun perlu dilakukan.

Penertiban terhadap aktivitas pedagang musiman yang sering menggunakan bahu jalan di area ini juga perlu disosialisasikan seperti
adanya parkir liar di sepanjang jalan untuk memastikan tidak mengganggu arus lalu lintas.

AKP Embang juga menegaskan, pihaknya terus berkoordinasi dengan pemerintah kota untuk memastikan penegakan aturan berjalan efektif.

“Keselamatan di jalan adalah tanggung jawab bersama. Kami mengimbau semua pihak, baik pemerintah, pelaku usaha, maupun masyarakat, untuk ikut berkontribusi dalam menciptakan kondisi jalan yang aman,” tutupnya.

 

Baca berita kalselpos lainnya, silahkan download Aplikasi Kalselpos.com di play store

Pos terkait