Pemkab Kotim Harapkan Pemerintah Pusat Bantu Pembangunan Jalan Seranau-Pulau Hanaut

Teks foto: Bupati Kotim Halikinnor didampingi Kadis Kesehatan Umar Kaderi dan Kadis Pendidikan Muhammad Irfansyah menggunakan feri penyeberangan menuju Kecamatan Pulau Hanaut, Sabtu (29/7). (Foto: Kalselpos)(kalselpos.com)

Sampit, kalselpos.com– Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Pemkab Kotim) berkomitmen melanjutkan pembangunan jalan di kawasan seberang. Pembangunan jalan melintasi Kecamatan Seranau dan Pulau Hanaut itu diharapkan juga mendapat bantuan dari pemerintah pusat.

Bupati Halikinnor mengatakan, pihaknya mengusulkan bantuan kepada pemerintah pusat untuk kelanjutan pembangunan ruas jalan Seranau-Pulau Hanaut. Sembari menunggu, pemerintah daerah tetap berupaya mengalokasikan anggaran pembangunan jalan itu dalam APBD.

Bacaan Lainnya

“Kalau jalan ini tuntas terbangun maka dampaknya akan bagus terhadap pertumbuhan ekonomi di dua kecamatan itu, terlebih bagi desa-desa yang dilewati jalan itu nanti, ekonominya akan hidup,” kata Bupati Halikinnor, Senin (1/7/2024).

Kecamatan Seranau dan Pulau Hanaut berada di kawasan seberang, terpisah dari daratan pusat Kota Sampit. Kondisi ini berdampak pada biaya tinggi dalam aktivitas ekonomi karena barang dan jasa harus melalui jalur sungai menyeberangi Sungai Mentaya.

Sebenarnya ini sudah ada jembatan di Kecamatan Cempaga yang menghubungkan Desa Cempaka Mulia Barat dengan Desa Cempaka Mulia Timur. Jalan dari Desa Cempaka Mulia Timur inilah yang sedang diperjuangkan untuk membuka keterisolasian jalur darat menuju Kecamatan Seranau dan Pulau Hanaut.

Halikinnor menyebutkan, sudah ada jalan yang sudah fungsional dari Cempaka Mulia Timur sampai ke Seranau sekitar 20 kilometer. Jalan yang sudah fungsional tersebut tetap dipelihara.

Saat ini masih diperlukan sekitar 45 kilometer lagi jalan yang harus dibangun dari Seranau menuju Desa Satiruk Kecamatan Pulau Hanaut. Jika terbangun, jalan ini juga bisa dimanfaatkan warga Kabupaten Katingan untuk menuju wilayah Kotim sehingga juga berdampak pada perekonomian.

Halikinnor mengaku, bulan lalu dirinya menerima pernyataan dari seluruh kepala desa di dua kecamatan itu bahwa mereka sudah melakukan sosialisasi kepada masyarakat, khususnya terkait permintaannya agar jalan yang akan dibangun itu diperlebar masing-masing dua meter di kiri dan kanan jalan.

Dijelaskannya, jalan yang eksisting saat ini lebarnya cuma lima meter. Dia ingin ditambah masing-masing dua meter kiri dan kanan sehingga total lebar menjadi 9 sampai 10 meter. Setidaknya jika jalan ditingkatkan, paling tidak ada badan jalannya untuk aspalnya nanti lima sampai enam meter.

“Saya perintahkan Dinas PU untuk dilebarkan dan dibuat ben atau siring dulu, sedangkan nanti untuk pengaspalan dilaksanakan selanjutnya supaya badan jalan kuat karena di sana daerah rawa dan rendah kalau air pasang dalam juga bisa banjir, jadi paling tidak itu bisa tahan banjir,” timpal Halikinnor.

Menurutnya, tentunya dengan jalan tembus di wilayah seberang nantinya maka mobilitas masyarakat semakin mudah, murah dan lebih cepat. Ini diharapkan akan berdampak pada peningkatan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat.

Di samping itu, diharapkan hasil produksi pertanian, perikanan dan lainnya bisa dipasarkan dengan mudah.
Selama ini misalnya nelayan di Satiruk mendapat banyak hasil tangkapan tapi biaya membawa ke Sampit juga mahal, apalagi musim gelombang seperti sekarang.

Jika nanti kalau jalan darat ada, mungkin mereka tidak perlu menawarkan, tetapi orang dari Sampit yang datang ke sana membawa pikap atau truk membeli hasil bumi sehingga berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat

“Harapan saya juga nanti setelah terbangun jalan maka tumbuhan kegiatan ekonomi di sepanjang jalur jalan, juga akan hidup dan semakin menggeliat,” pungkas Halikinnor.

Baca berita kalselpos lainnya, silahkan download Aplikasi Kalselpos.com di play store

Pos terkait